Tuesday, 25 March 2014

Metodologi Penelitian (Kerangka Teori)


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
      Kajian Pustaka merupakan salah satu rangkaian aktivitas penelitian yang jarang sekali diperhatikan secara seksama, bahkan sering dianggap remeh.padahal kajian pustaka merupakan salah satu hal yang penting dalam sebuah penelitian. Mengingat dengan kajian pustaka, seorang yang akan melakukan penelitian mendapatkan gambaran dan pengetahuan dalam mempertegas penelitiannya. Kajian pustaka berisi uraian sistematis tentang hasil penelitian terdahulu (prior research) tentang persoalan yang akan dikaji dalam tesis.
       Peneliti mengemukakan dan menunjukkan dengan tegas bahwa masalah yang akan dibahas belum pernah diteliti sebelumnya atau perlu pengembangan lebih lanjut.[1]Dan menjelaskan hubungan antara penelitian tersebut dengan penelitian sebelumnya, juga menjelaskan uraian teori penelitian sebelumnya, kemudian menjelaskan perbedaan dan kontribusi penelitiannya, sehingga pembaca mengetahui perkembangan penelitian tersebut. Kajian pustaka bukanlah suatu kumpulan fakta dan perasaan tapi merupakan argumentasi runtut yang mengarah kepada penjelasan usulan penelitian. Dengan demikian kajian pustaka pada sebuah penelitian merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam membantu peneliti.
       Kerangka pikir merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari perumusan hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasan teoritis.
       Perlu dijelaskan bahwa tidak semua penelitian memiliki kerangka pikir. Kerangka pikir pada umumnya hanya dipruntukkan pada jenis penelitian kuantatif. Untuk penelitian kualitatif kerangka berpikirnya terletak pada kasus yang selama ini dilihat atau diamati secara langsung oleh penulis. Sedangkan untuk penelitian tindakan kerangka berpikirnya terletak pada refleksi, baik pada peneliti maupun pada partisipan. Hanya dengan kerangka berpikir yang tajam yang dapat digunakan untuk menurunkan hipotesis.
       Kajian pustaka dan kerangka teori merupakan kerangka acuhan yang disusun berdasarkan kajian berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan penelitian tindakan kelas. Dasar-dasar usulan penelitian tindakan kelas tersebut dapat berasal dari temuan dan hasil penelitian terdahulu yang terkait dan mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tindakan kelas. Ary (1983) mengatakan bahwa sangat penting bagi peneliti untuk mencari hasil penelitian terdahulu yang cocok dengan bidang yang diteliti sebagai dasar pendukung pilihan.
       Dalam pembahasan kajian pustaka dan kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuhan komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Uraian dalam kajian pustaka diharapkan menjadi landasan teoritik mengapa masalah yang dihadapi dalam penelitian tindakan kelas perlu dipecahkan dengan strategi yang dipilih. Kajian teoritik mengenai prosedur yang akan dipakai dalam pengembangan juga dikemukakan. Kajian pustaka dan kerangka teori dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. (UM, 2005).[2]

B.       RUMUSAN MASALAH
Agar pembahasan makalah tepat dan benar sesuai yang diinginkan oleh penulis, maka penulis membatasi masalah yaitu sebagai berikut.
1.      Bagaimana peranan kepustakaan dalam penelitian?
2.      Apa sumber referensi dalam peneitian kependidikan?
3.      Bagaimana cara memilih teori-teori yang relevan dalam peneitian?
4.      Bagaimana cara menyusun kerangka berfikir?
5.      Apa yang dimaksud dengan penelitian yang relevan/terdahulu?
6.      Bagaimana cara merumuskan hipotesis peneitian?

C.    TUJUAN
Dibuatnya makalah ini, memiliki tujuan yaitu sebagai berikut.
1.      Untuk memahami peranan kepustakaan dalam penelitian.
2.      Untuk mengetahui sumber referensi dalam peneitian kependidikan.
3.      Untuk mengetahui cara memilih teori-teori yang relevan dalam peneitian
4.      Untuk memahami cara menyusun kerangka berfikir.
5.      Untuk mengetahui tentang penelitian yang relevan.
6.      Untuk mengetahui cara merumuskan hipotesis penlitian.

BAB II
PEMBAHASAN
Dalam proposal penelitian tinjauan pustaka/kerangka teori, kerangka berfikir, penelitian yang relevan dan hipotesis penelitian merupakan bagian dari bab II. Apabila dalam penelitian itu menggunakan pendekatan kualitatif, subab yang ditulis hanya tinjauan pustaka/kerangka teori, kerangka berfikir, dan penelitian yang relevan. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, subab yang ditulis tinjauan pustaka/kerangka teori, kerangka berfikir, penelitian yang relevan dan hipotesis penelitian. Berikut akan dijelaskan subab dari bab II yang terdapat dalam proposal penelitian.
A.       Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
Teori yaitu sesuatu yang menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat yang menjadi landasan teori dalam penelitian. Landasan teori adalah teori-teori relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti sebagai jawaban sebentara terhadap rumusan masalah[3].
Landasan teori ini jugaberfungsi untuk memberikan gambaran umum tentang latar belakang penelitian dansebagai landasan pembahasan hasil penelitian.Ada perbedaan mendasar tentang peranan landasan teori, antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif peneliti berangkat dari teori menunju data,dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti berangkat dari data dan menggunakanteori sebagai penjelas, serta berakhir pada kontruksi teori baru yang ditemukannyaoleh peneliti setelah menganalisis dan menyimpulkan data.
Kerangka teori/tinjauan pustaka merupakan suatu literatur  yang dijadikan sebagai referensi atau landasan teoritis dalam penelitian yang terdapat ringkasan dan teori yang ditemukan dari sumber bacaan (literatur) dan ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam penelitian. Dapat dilihat bahwa tinjauan pustaka[4] memiliki tujuan: menentukan dan membatasi permasalahan penelitian, meletakkan penelitian pada perspektif sejarah dan asosiasoinal, menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu dan menghubungkan penemuan dengan pengatahuan yang ada dan usulan untuk penelitian lebih lanjut.
Membuat tinjauan pustaka yang baik tidak lah mudah dan memerlukan keterampilan dan usaha dari kita. Perlu diketahui bahwa tinjauan pustaka bukan hanya sekedar daftar hasil penelitian sebelumnya yang sudah diterbitkan. Lebih dari pada itu, kita harus melakukan evaluasi dan sintesis sehingga sebuah tinjauan pustaka yang kita hasilkan memiliki nilai akademik yang tinggi.
Perlu dilakukan tinjauan pustaka lebih dahulu agar kemudian penelitian dapat menyusun pertanyaan penelitian atau hipotesis. Dalam Tinjauan pustaka (berisi variabel terikat, variabel bebas, dan hubungan keduany, berisi dengan permasalahan yang akan diteliti). Tinjauan/Telaah pustaka diperlukan untuk memberi-kan pemantapan dan penegasantentang ciri khas penelitian yang hendak dikerjakan. Ciri khas penelitian ini akantampak dengan menunjukkan bahawa buku-buku, buletin, skripsi yang ditelaah belumatau tidak menjawab persoalan yang diajukan oleh peneliti.
B.            Peranan kepustakaan dalam penelitian
Kepustakaan adalah bahan-bahan yang menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah.
Penelitian tidak mungkin dapat dilakukan dengan baik jika tanpa orientasi pendahuluan di perpustakaan. Menurut Toto Syatori Nasehuddin[5] ada 4 manfaat yang dapat diperoleh dari mempelajari bahan-bahan kepustakaan.
a.       Bahan kepustakaan dapat mengarahkan dalam menciptakan dan merumuskan masalah yang tepat.
b.      Bahan kepustakaan yang baik, dapat ditentukan teknik penilaian yang tepat sehingga hasilnya valid dan signifikan
c.       Bahan kepustakaan yang baik, dapat membantu peneliti dalam menjuruskan pemikiran konseptual dalam menguji anggapan dasar.
d.      Bahan kepustakaan yang baik, dapat membantu dalam pengutipan yang tidak tepat dan dapat menghindari pelaksanaan penelitian yang kemungkinan tidak mencapai hasil.
Menurut Jevusca dalam Toto Syatori Nasehuddin[6] manfaat kepustakaan adalah:
a.       Membantu peneliti dalam merumuskam masalah.
b.      Memberikan informasi yang relevan dengan masalah yang diteliti.
c.       Membantu dalam mencari landasan teori yang menjadipedoman bagi pendekatan masalah dan pemikiran.
d.      Membantu untuk menghindari pengutipan yang tidak tepat.
e.       Membantu dalam membuat uraian teoritik dan empirik.
f.       Memperdalam pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti.
g.      Mendapatkan peneliti dalam menelaah hasil penelitian sebelumnya.
h.      Mendapatkan informasi tentang aspek dari suatu masalah yang telah diteliti. 
Adapun manfaat kepustakaan dalam penelitian, yaitu: membantu peneliti mengidentifikasi masalah, menyusun pertanyaan riset bahkan model penelitian, mengembangkan suatu pendekatan masalah, menyusun hipotesis dan membantu peneliti menginterpretasikan hasil penelitian.
Peranan kepustakaan yang berkaitan dalam penelitian[7], yaitu:
1.      Sebagai penetahuan tentang penelitian-penelitian yang berkaitan memungkinkan peneliti menetapkan batas-batas bidang mereka.
2.      Sebagai pemahaman teori dalam suatu bidang memungkinkan peneliti menempatkan masalah dalam perspektif.
3.      Melalui penelaahan kepustakaan yang berkaitan, para peneliti dapat mengetahui prosedur dan instrumen mana yang telah terbukti berguna dan mana yang tampaknya kurang memberikan harapan.
4.      Sebagai pengkajian yang cermat atas kepustakaan yang berkaitan dapat menghindarkan terjadinya study sebelumnya secara tak sengaja.
5.      Pengkajian kepustakaan yang berkaitan menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan arti pentingnya hasil penelitiannya sendiri.

C.    Sumber referensi dalam penelitian
Sumber referensi penelitian bisa menggunakan buku/karya-karya yang telah tersedia, bisa melalui ebook, jurnal yang berkaitan dengan diteliti, dan lain sebagainya. Sumber utama kepustakaan yang berkaitan[8]adalah:
a.       Sistem penyimpanan dan pencarian kembali informasi, basis data yang disimpan secara komputerisasi
b.      Indeks penerbitan berkala
c.       Penerbitan berkala
d.      Buku
e.       Disertasi, tesis atau skripsi.

D.    Merangkai kepustakaan yang berkaitan
Merangkai bahan pustaka dilakukan stelah selesai melakukan pengkajian bahan pustaka. Caranya adalah: merangkai hasil-hasil yang dikaji berdasarkan topik dan menetapkan hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan atau telah dilakukan oleh peneliti. Berikut ini saran-saran yang digunakan dalam merangkai kepustakaan[9]:
a.    mulailah dengan studi-studi di bidang anda yang paling akhir dimuat dalam terbitan-terbitan terbatu dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan sebelumnya.
b.   bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak.
c.    buatlah catatan langsung pada kartu catatan, karena kartu lebih mudah diseleksi dan disusun daripada lembaran kertas,amplop, dan sebagainya.
d.   tulislah referensi bibliografi/daftar pustaka secara lengkap untuk setiap karya.
e.    untuk memudahkan pemilihan dan penyusuna,jangan memasukan lebih dari satu referensi pada setiap kartu.
Selaras dengan yang diatas, Toto Syatori Nasehuddin[10] mengemukakan ada 4 saran dalam merangkai bahan pustaka:
a.       mulai dengan studi-studi di bidang yang diminati peneliti yang paling akhir dimuat dalam terbitan-terbitan terbatu dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan sebelumnya.
b.      bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak.
c.       Sebelum membuat catatan, terlebih dahulu bacalah laporan guna mengetahui bagian-bagian yang ada kaitan dengan masalah yang diteliti.
d.      Tulislah secara lengkap referensi bibliografi untuk setiap karya tulis.


E.     Memilih teori-teori yang relevan dalam penelitian
Peneliti harus secara selektif dalam memilih teori-teori yang berkaitan terhadap penelitian. Teori yang dikutip harus dijadikan sebagai pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan. Oleh sebab itu, peneliti mesti mengikuti saran-saran yang ada dalam merangkai kepustakaan yang berkaitan.
Terdapat langkah-langkah[11] dalam melakukan pendeskripsian teori, yaitu:
a.       Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya.
b.      Cari sumber-sumber bacan sebanyak-banyaknya yang relevan dari setiap variabel yang diteliti.
c.       Lihatlah daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti.
d.      Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacan kemudian bandingkan dengan sumber lain dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan.
e.       Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan ditelit dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber yang telah dibaca.
f.       Deskripsi teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kemudian ditulis dengan gaya bahasa sendiri.

F.        Kerangka berpikir
Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikir[12]merupakan konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan di antara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian. Dalam kerangka pemikiran, peniliti harus menguraikan konsep atau variabel penelitiannya secara lebih perinci. Tidak hanya mendefinisikan variabel tadi, tetapi juga menjelaskan keterkaitan di antara variabel tadi. Dalam menguaraikan kerangka pemikirannya, peneliti tidak hanya memfokuskan pada varabel penelitiannya saja tetapi harus menghubungkan konsep penelitian dalam kerangka yang lebih luas lagi.
Kerangka pemikiran yang baik[13] yaitu apabila mengidentifikasi variabel-variabel penting yang sesuai dengan apa yang akan diteliti dan secara logis mampu menjelaskna keterkaitan antar variabel bebas dan variabel terikat. Selaras dengan apa yang diungkapkan Juliansyah[14] dalam kerangka bpikir yang perlu diperhatian adalah hubungan anatar variabel yang diteliti. Dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.      Mengemukakan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hubungan ini harus diperoleh pengakuan secara ilmiah dari sumber referensi.
2.      Harus ada penjelasan mengenai alasan kita memperkirakan hubungan antar variabel.
3.      Bila sifat ada arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi mengenai hubungan akan positif atau negatif.
Senada dengan Riduwan[15]dalam Uma Sekaran, kerangka berpikir yang baik teusun atas 5 elemen, yaitu:
1.      Variabel-variabel penelitian seharusnya diidentifikasi secara jelas dan diberi nama.
2.      Uraian kerangka berpikir seharusnya menyatakan bagaimana dua variabel atau lebih saling berhubungan.
3.      Jika karakteristik atau sifat-sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan penemuan dari peneliti sebelumnya maka dalam uraian kerangka berpikir harus menjadi dasar apakah ada hubungan positif atau negatif.
4.      Seharusnnya dinyatakan secara jelas mengapa peneliti berharap bahwa hubungan antara variabel itu ada.
5.      Kerangka pemikiran seharusnnya digambarkan secara sistematis dalam bentuk diagram skemetis.
Dalam penyusunan kerangka berpikir dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah[16]berikut:
1.      Menentukan paradigma atau kerangka teoretis yang akan digunakan, kerangka konseptual dan kerangka operasional variabel yang akan diteliti.
2.      Memberikan penjelasan secara deduktif mengenai hubungan antar variabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif meliputi tiga hal yaitu:
a.       Tahap penelaahan konsep (conceptioning), yaitu tahapan menyusun konsepsi-konsepsi (mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah dinyatakan benar).
b.      Tahap pertimbangan atau putusan (judgement), yaitu tahapan penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen).
c.       Tahapan penyimpulan (reasoning), yaitu pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku pula bagi hal-hal yang khusus.
3.      Memberikan argumen teoritis mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. Argumen teoritis dalam kerangka pemikiran merupakan sebuah upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah. Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis memerlukan kajian teoretis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal ini dilakukan sebagai petunjuk atau arah bagi pelaksanaan penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, oleh karena argumen teoritis sebagai upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah, maka hasil dari argumen teoritis ini adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Sehingga pada akhirnya produk dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah (hipotesis).
4.      Merumuskan model penelitian. Model adalah konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi kerangka teoretis yang diragakan dalam bentuk diagram dan atau persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya menyatakan hipotesis penelitian. Sebagai suatu kontruksi kerangka pemikiran, suatu model akan menampilkan: jumlah variabel yang diteliti, prediksi tentang pola hubungan antar variabel, dekomposisi hubungan antar variabel, dan jumlah parameter yang diestimasi.
Cara menulis/cara menyusun kerangka berpikir[17] pada proposal penelitian tindakan kelas (PTK). Cara penulisannya yaitu:
a.             Dalam bentuk rumusan kalimat
1)   Rumuskan kondisi saat ini (sebelum PTK dilaksanakan), secara singkat.
2)   Rumuskan tindakan yang akan dilakukan, secara singkat.
3)   Rumuskan hasil akhir yang anda harapkan, juga secara singkat.
4)   Susun ketiga komponen di atas dalam sebuah paragraf yang padu.
Berdasarkan pengamatan di kelas, pembelajaran matematika  terasa monoton, menggunakan metode pembelajaran konvesional, sedangkan prestasi belajar matematika  juga rendah. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat memecahkan masalah ini. Caranya adalah dengan melatih guru matematika  kemudian mengaplikasikannya secara kolaboratif dengan peneliti. Hasilnya, diharapkan proses pembelajaran di kelas tidak lagi monoton dan menggunakan metode pembelajaran konvensional, serta prestasi belajar matematika  siswa juga akan meningkat.
b.            Dalam bentuk diagram:
1)   Rumuskan kondisi saat ini (sebelum PTK dilaksanakan), dalam bentuk poin-poin penting dengan singkat.
2)   Rumuskan poin-poin penting tindakan yang akan dilakukan, secara singkat.
3)   Rumuskan poin-poin hasil akhir yang anda harapkan, juga secara singkat.
4)   Rancang sebuah diagram yang memuat poin-poin tersebut dengan alur yang rasional dan jelas.
Contoh Diagram Kerangka Berpikir pada Sebuah Proposal atau Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) 









Diagram2.1 Kerangka Berpikir
G.    Penelitian yang relevan
Penelitian yang relevanadalah sumber acuan khusus berupa penelitian yang terdapat dalam jurnal, buletin, skripsi, dan semacamnya.Dalam sumber acuan khusus, peneliti akan memperoleh hasil-hasil penelitian yang terdahulu. Agar tidak terjadi penelitian yang sama persis dan tidak terjadi duplikasi dengan penelitian yang ada maka perlu cari tahu penelitian itu pernah dilakukan oleh peneliti atau belum. Apabila masalah penelitian yang dilakukan persis sama maka perlu dilihat kapan dimana penelitian dilakukan. Peran penelitian sebelumnya betujuan untuk menentuka originalitas penelitian tersebut. Biasanya penelitian sebelumnya merupakan patokan untuk menentukan tema sentral penelitian, berkaitan dengan kondisi saat ini, dan prediksi pada masa yang akan datang.
Dalam mengemukakan penelitian hal penting yang perlu ditulis yaitu dât-dât dari sumber atau laporan hasil penelitian seperti dalam foot note, àn note atau daftar pustaka. Menurut Toto Syatori Nasehuddien[18]laporan hasil penelitian paling tidak memuat hal-hal berikut: nama peneliti, judul penelitian, waktu melakukan penelitian, hasil penelitian, dan untuk kapentingan apa penelitian dilakukan.
Penelitian yang Relevan biasanya digunakan untuk mencari persamaan dan perbedaan ataran penelitian orang lain dengan penelitian yang sedang kita buat atau membandingkan penelitian yang satunya dengan yang lainnya. Contoh judul propsal skripsi “ pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belajar matematika siswa”.
Dari judul tersebut kita dapat menemukan variabel x dan y. Variabel x nya yaitu strategi pembelajaran inkuiri dan variabel y nya yaitu prestasi belajar siswa. kita dapat maenentukan tinjauan hasil penelitian yang relevan dan sesuai dengan variavel x dan y.
Dibawah ini cara mengetahui apakah terdapat relevansi/tidak terdapat pada setiap judul:
1.      Pengaruh strategi pembelajaran mind mapping terhadap prestasi belajar matematika siswa.
2.      Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar matematika siswa.
3.      Pengaruh latar belakang sosial orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa.
4.      Pengaruh kedisiplinan guru terhadap strategi pembelajaran inkuiri



Tabel 2.2
Penelitian yang relevan
No
Variabel x
Variabel y
1.       
strategi pembelajaran mind mapping
prestasi belajar
2.       
strategi pembelajaran inkuiri
motivasi belajar
3.       

latar belakang sosial orang tua
prestasi belajar
4.       
kedisiplinan guru
strategi pembelajaran inkuiri
Dari judul propsal skripsi “ pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belajar matematika siswa”.
Text Box: Variabel x
Strategi pembelajaran inkuiri
Text Box: Variabel y
Prestasi belajar
 



Jika ada variavel x dan y yang sama maka dapat dijadikan sebagai penelitian yang relevan.Dari tabel 1.2 dapat disimpulkan:
Text Box: Variabel x
Strategi pembelajaran mind mapping
Text Box: Variabel x
Strategi pembelajaran inkuiri
Text Box: Variabel x
Latar belakang sosial orang tua
Text Box: Variabel x
Kedisiplinan guru
 















Dari keempat judul penelitian ternyata ada tiga judul yang relevan yaitu dari judul yang pertama samapiyang ke tiga. Judul penelitian yang ke empat tidak relevan karena tidak memiliki kesamaan variabel x ataupun variabel y.
H.           Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian[19]merupakan jawaban sementara dari masalah yang telah dirumuskan. Dikatakan sementara karena baru merupakan jawaban yang berdasarkan pada teori-teori dengan kata lain masih perlu dilakukan pengujian secara empirik. Hipotesis penelitian[20]dirumuskan dengan mengacu pada kajian pustaka, penelitian terdahulu dan kerangka pemikirtan penelitian. Namun demikian, tidak semua penelitian memerlukan rumusan hipotesis penelitian. Penelitian yang bersifat eksploratoris (penjelasan) dan deskriptif (gambaran) tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi.
Secara procedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian teoritis, karena hipotesis penelitian merupakan rangkuman dari kesimpulan teoritis dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.Hipotesis penelitian dibagi menjadi 2: Hipotesis awal (H0) dan hipotesis alternatif (Ha). Senada dengan Suharsimi Arikunto[21] , jenis hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :
1.         Hipotesa Kerja atau disebut juga dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y,  atau  adanya perbedaan antara dua kelompok
Rumus hipotesis kerja:
a.       Jika .......maka.....
Contoh:Jika orang banyak makan maka brat badanya akan naik.
b.      Adanya perbedaan antara....dan...
Contoh:Ada perbedaan antara mahasiswa yang giat belajar dan mahasiswa yang malas.
c.       Adanya pengaruh ......terhadap....
Contoh: Adanya pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belejar siswa.
2.         Hipotesa Nol (Null hypotheses) Ho. Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa statistik,karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat penulis kemukakan bahwa dalam  penelitian ini penulis mengajukan hipotesis kerja dan hipotesis nihil (nol).
Rumus hipotesis nol:
a.       Tidak ada perbedaan antara.....dengan....
Contoh : Tidak ada perbedaan antara mahasiswa semester v dengan mahasisswa semester vii dalam disiplin kuliyah.
b.      Tidak ada pengaruh............terhadap..............
Contoh : Tidak ada pengaruh jarak dari rumah ke kampus terhadap kerajinan mengikuti kuliyah.

Menurut Riduwan[22]hipotesis penelitian dibagi atas 3 macam:
1.      Hipotesis deskriptif yaitu hipotesis yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variabel atau hipotesis ini dirumuskan untuk menjawab permasalahan taksiran (enstimatif).
Contoh:
Pengembangan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Dasar melalui kegiatan diskusi.
2.      Hipotesis asosiatif yaitu hipotesis yang memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan atau mempengaruhi.
Contoh:
Adanya hubungan antara disiplin kinerja guru dengan prestasi belajar matematika siswa.
Adanya pengaruh antara strategi pembelajaran inkuiri tehadap prestasi belajar matematika siswa.
3.      Hipotesis komparatif hipotesis yang memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat membedakan.
Contoh:
Adanya perbedaan anatara mahasiswa yang mempunyai cita-cita (program) dengan mahasiswa yang sekedar kuliyah dalam rangka mendisipinkan diri, bahwa mahasiswa yang mempunyai cita-cita lebih baik dari pada mahasiswa yang sekedar kuliyah.
Menurut Juliansyah[23] hipotesis penelitian harus diterjemahkan terlebih dahulu diterjemahkan menjadi term statistic yakni:
1.      Hipotesis nol (Ho) yakni menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada pengaruh atau perbedaan.
Contoh: Ho :  0 (tidak terdapat hubungan/ pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja.
2.      Hipotesis alternatif (Ha/H1) yakni menyatakan adanya hubungan, atau adanya pengaruh dan perbedaan. Hipotesis alternatif jug
3.      a merupakan kebalikan dari hipotesis nol.
Contoh:
H1 :  0 (terdapat hubungan/pengaruh negatif motivasi kerja terhadap kinerja.
H1 :  0 (terdapat hubungan/pengaruh positif  motivasi kerja terhadap kinerja.
Contoh:
Penelitian tentang “pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja”.
Hipotesis statistic
Term statistic
Ho: tidak terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
H1: terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
H0 :  0

H1 :  0

Rumusan hipotesis yang baik[24] hendaknya: menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, ditungkan dalam bentuk kalimat pernyataan, dirumuskan secara singkat, padat dan jelas, serta dapat diuji secara empirik.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian dibagi atas 2 macam: hipotesa kerja atau disebut juga dengan hipotesa alternatif (Ha) dan hipotesa nol (null hypotheses) Ho atau disebut juga hipotesis statistic.Hipotesis kerja yaitu menyatakan adanya hubungan antara variabel x dan y dan menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada pengaruh atau perbedaansedangkan hipotesis nol yaitu hipotesis yang dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistic dan yang menyatakan adanya suatu hubungan/pengaruh antara variabel x dan y.

BAB III
PENUTUP
A.          KESIMPULAN
Teori yaitu sesuatu yang menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat yang menjadi landasan teori dalam penelitian. Landasan teori adalah teori-teori relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti sebagai jawaban sebentara terhadap rumusan masalah.
Kepustakaan adalah bahan-bahan yang menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah.
Sumber referensi penelitian bisa menggunakan buku/karya-karya yang telah tersedia, bisa melalui ebook, jurnal yang berkaitan dengan diteliti, dan lain sebagainya. Merangkai bahan pustaka dilakukan stelah selesai melakukan pengkajian bahan pustaka. Caranya adalah: merangkai hasil-hasil yang dikaji berdasarkan topik dan menetapkan hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan atau telah dilakukan oleh peneliti.
Peneliti harus secara selektif dalam memilih teori-teori yang berkaitan terhadap penelitian. Teori yang dikutip harus dijadikan sebagai pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan.
Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikirmerupakan konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan di antara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian.Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikirmerupakan konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan di antara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian.
Hipotesis penelitianmerupakan jawaban sementara dari masalah yang telah dirumuskan. Dikatakan sementara karena baru merupakan jawaban yang berdasarkan pada teori-teori dengan kata lain masih perlu dilakukan pengujian secara empirik. hipotesis penelitian dibagi atas 2 macam: hipotesa kerja atau disebut juga dengan hipotesa alternatif (Ha) dan hipotesa nol (null hypotheses) Ho atau disebut juga hipotesis statistic. Hipotesis kerja yaitu menyatakan adanya hubungan antara variabel x dan y dan menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada pengaruh atau perbedaan sedangkan hipotesis nol yaitu hipotesis yang dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistic dan yang menyatakan adanya suatu hubungan/pengaruh antara variabel x dan y.
B.           SARAN
Dalam pembuatan makalah ini terdapat beberapa saran, yaitu:
1.      Bagi para pembaca diharapkan untuk memberi kritik saran baik dalam penulisan ataupun isi dari makalah.
2.      Bagi peneliti pemula diharapkan untuk lebih memahami isi bab ii dalam pembuatan proposal penelitian.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,Suharsimi.2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta
Furchan , Arief.1991.Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional
Hartono.2006.Bagaimana Menulis Tesis; Petunjuk Komprehensif Tentang Isi dan Proses.Malang: UMMPress, hal.43
http://anggiseptiyana.wordpress.com/2010/05/06/kepustakaan/ diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013 jam.18.00 WIB
www.pustakasekolah.com diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013 jam 09.00 WIB
Noor, Juliansyah 2013. Metodologi Penelitian..Jakarta: Kencana
Sugiyono.2013.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sudjono.2008.Pedoman Penulisan Tesis.Yogyakarta: Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Syatori Nasehuddien,Toto.2011.Metodologi Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press
Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta



[1]Sudjono.2008.Pedoman Penulisan Tesis.Yogyakarta: Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, hal 2.
[2]Hartono.2006.Bagaimana Menulis Tesis; Petunjuk Komprehensif Tentang Isi dan Proses.
Malang: UMMPress, hal.43
[3]Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, hal 30
[5] Toto Syatori Nasehuddien.2011.Metodologi Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press, hal 69
[6] Ibid, hal 70
[7]Arief Furchan.1991.Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, hal 96
[8]Ibid, hal 98
[9]http://anggiseptiyana.wordpress.com/2010/05/06/kepustakaan/ diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013 jam.18.00 WIB
[10] Toto Syatori Nasehuddin. Op Cit, hal 72
[11] Sugiyono.2013.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, hal 90
[12] Juliansyah Noor.2013. Metodologi Penelitian..Jakarta: Kencana,hal 76
[13] Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, hal 34
[14] Juliansyah Noor. Op Cit,hal 76
[15] Riduwan.Op Cit,hal 34
[18] Toto Syatori Nasehuddien.2011.Metodologi Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press, hal 74

[19] Ibid, hal 83
[20]www.pustakasekolah.comdiunduh pada tanggal 14 Oktober 2013 jam 09.00
[21]Suharsimi Arikunto.2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, hal 73
[22]  Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, hal 38
[23] Juliansyah Noor.2013. Metodologi Penelitian..Jakarta: Kencana, hal 84

[24] Ibid, hal 253