Monday, 24 March 2014

Pembelajaran Aktif




MODEL PEMBELAJARAN HARUS MENGANDUNG
  Sebuah filosofi yang mendasar sebagai landasan teori  dan rincian tahapan dari teknik pembelajaran
  Sebuah filosofi yang mendike pendekatan-pendekatan dan metode-metode dan biasanya disajikan dalam satu apaket.
  Sebuah penjelasan dari gaya mengajar dan ditunjukkan oleh paktik pengajaran, yang menunjukkan bagaimana siswa belajar.   
UNSUR–UNSUR DASAR YANG HARUS ADA DALAM MODEL PEMBELAJARAN
  Rasional teoretik
  Tujuan
  Hasil yang ingin dicapai
  Syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran
  Social system,  adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran
  Principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang siswa
  Support system, segala sarana, bahan dan alat atau lingkungan belajar yang mendukung
  Instructional dan nurturant effects, hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang disasar (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang disasar (nurturant effects)  

PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seseorang yang berperang dalam mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya.
Strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, a method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Jadi strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
Menurut Wina Sanjaya : istilah strategi sebagaimana banyak istilah lainnya, dipakai dalam banyak konteks  dengan makna yang tidak selalu sama. Di dalam konteks  belajar mengajar, strategi berarti “Pola umum aktifitas guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar. Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak digunakan oleh peserta didik di dalam bermacam-macam peristiwa belajar.”
Konsep strategi menunjuk pada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru-peserta didik di dalam peristiwa belajar mengajar. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah pemahaman rasional yang membedakan strategi yang satu dengan strategi yang lain secara fundamental.
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI
1. Kemp : strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.
2. Kozma : strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
3. Gerlach  dan Ely : kegiatan strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
4. Dick dan Carey : strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponan materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu, bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan  kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
5. Cropper : Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.
            Dua hal yang perlu dicermati dari pengertian-pengertian di atas :
  1. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan, termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan.
  2. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
PENGERTIAN  METODE
Menurut Pupuh Faturrahman metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara  atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitan dengan pembelajaran, metode didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajaran pada peserta didik untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pembelajaran adalah ketrampilan memilih metode.
PENGERTIAN TEKNIK ATAU TAKTIK PEMBELAJARAN
Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode, yaitu cara yang harus dilakukan agar metode yang dilakukan berjalan efektif dan efesien.
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan guru yang lain.  
PRINSIP-PRINSIP STRATEGI PEMBELAJARAN
Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri, dan guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Killen :
No teaching strategy is better than others in all circumstances, so you have to be able to use a variety of teaching strategies, and make rational decisions about when each of the teaching strategies in likely to most effective.    
PRINSIP-PRINSIP UMUM :
  1. Berorientasi pada tujuan (kompetensi)
  2. Aktivitas; Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat; memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Lebih dari 2400 tahun yang lalu, Konfusius menyatakan:
            Yang saya dengar, saya lupa
            Yang saya lihat, saya ingat
            Yang saya kerjakan, saya pahami
            Tiga pernyataan sederhana itu berbicara banyak tentang perlunya cara belajar aktif.
  1. Individualitas; mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun kita mengajar pada sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya yang ingin kita capai adalah perubahan peilaku setiap peserta didik.
  2. Integritas; mengajar harus dipandang sebagai upaya mengembangkan seluruh pribadi peserta didik. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek afektif dan psikomotor.
PRINSIP-PRINSIP KHUSUS
v  INTERAKTIF; proses pembelajaran adalah proses interaksi baik antara guru dengan peserta didik, antara peserta didik dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan lingkungannya.
v  INSPRIRATIF; beberapa informasi dan proses pemecahan masalah dalam pembelajaran bukan harga mati, akan tetapi merupakan hipotesis yang merangsang peserta didik untuk mau mencoba dan mengujinya.
v  MENYENANGKAN; Seluruh potensi peserta didik akan berkembang manakala mereka terbebas dari rasa takut dan menegangkan.
v  MENANTANG; Siswa ditantang untuk dapat mencoba, berpikir secara intuitif atau bereksplorasi.
v  MEMBERI MOTIVASI; Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang memungkinkan peserta didik untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Dorongan itu hanya mungkin muncul dalam diri peserta didik manakala mereka merasa membutuhkan.

Pembelajaran ekspositori
Ò  Pada suatu ketika seorang guru SKI
    mengajarkan tentang Perang Uhud
Ò  Guru bercerita bagaimana kegigihan
    Rasulullah dan para sahabatnya
    melawan kaum kafir Quraisy
Ò  Kemampuan guru membawakan
    cerita dengan suara yang jelas,
    kadang meledak (meninggi) kadang melemah telah mampu membangkitkan emosi siswa
Ò  Selesai guru bercerita proses pembelajaran dilakukan dengan tanya jawab, misalnya ttg latar belakang dan urutan kejadian hingga pecahnya Perang Uhud, tempat dan waktu kejadian, mengenai pendapat siswa tentang peran dan perjuangan Rasul dan sahabatnya seperti Hamzah sang Singa Padang Pasir (The Lion of The Dessert) yang berjuang habis-habisan membela Islam. 
Ò  Cerita di atas adalah contoh pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan strategi pembelajaran EKSPOSITORI, yang menekankan kepada proses bertutur
Ò  Materi pelajaran sengaja diberikan secara langsung
Ò  Peran siswa dalam strategi ini adalah menyimak untuk menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru.
Karakteristik pemblj. Ekspositori
Ò  Menekankan kepada proses menyampaikan materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa, orang menyamakannya dengan CERAMAH
Ò  Roy Killen (1998) menyebutnya sebagai proses pembelajaran langsung (direct instruction)
Ò  Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu
Ò  Sering juga dinamakan dengan model pembelajaran “CHALK AND TALK” 
Ò  Materi pelajaran yang disampaikan adalah materi yang sudah jadi, seperti data, fakta, konsep tertentu yang harus dihafal
Ò  Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri.
Ò  Pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach) 
Ò  Guru memegang peran yang sangat dominan
Ò  Fokus utama pembelajaran adalah kemampuan akademik (academic achievement)
Ekspositori efektif, apabila: 
Ò  Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru
Ò  Materi yang disampaikan adalah materi-materi dasar seperti konsep tertentu, prosedur atau rangkaian aktivitas, dsb
Ò  Apabila guru ingin agar siswa bisa mengingat bahan pelajaran (menghafal)
Ò  Jika bahan pelajaran hanya mungkin dapat dipahami siswa manakala disampaikan oleh guru secara ceramah
Ò  Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang topik tertentu, misalnya materi pelajaran yang bersifat pancingan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Ò  Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu tknik atau prosedur tertentu yang merupakan langkah baku atau langkah standar
Ò  Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang sama
Ò  Apabila guru ingin mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemampuan rendah (low achieving student)
Ò  Jika lingkungan tidak mendukung untuk menggunakan strategi yang berpusat pada siswa, misalnya tidak adanya sarana dan prasarana yang dibutuhkan
Ò  Jika guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pedekatan yang berpusat kepada siswa.
Prinsip-prinsip pembelajrn. Ekspositori
Baik tidaknya suau strategi pembelajaran bisa dilihat dari efektif tidaknya strategi tersebut dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN EKSPOSITORI yang harus diperhatikan oleh seorang guru adalah :
Ò  Berorientasi pada tujuan. Memang benar strategi pembelajaran ekspositori tidak mungkin dapat mengejar tujuan kemampuan berfikir tingkat tinggi, seperti menganalisis, mensintesis, atau mengevaluasi sesuatu, namun tidak berarti kemampuan berfikir tinkat rendah tidak peru dirumuskan.
Ò  Prinsip komunikasi, dalam proses komunikasi  guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa sebagai penerima pesan
Ò  Prinsip kesiapan. Dalam teori belajar koneksionisme, kesiapan merupakan salah satu hukum belajar. Agar siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita memposisikan siswa dalam keadaan siap secara fisik maupun psikhis. 
Ò  Prinsip berkelanjutan. Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut.
Langkah-langkah ekspositori
Ò  Persiapan (PREPARATION); berikan sugesti yang positif, kemukakan tujuan yang harus dicapai, bukalah file dalam otak siswa: sebelum kita menyampaikan materi pelajaran, kita harus membuka dahulu file dalam otak siswa agar materi itu cepat ditangkap
 
Ò  Penyajian (PRESENTATION),
            a. gunakan bahasa yang komunikatif
            b. intonasi suara yang tepat dengan pengaturan  nada tinggi, kuat, lemah, datar dst
            c. jaga kontak mata dengan siswa 
            d. Gunakan joke-joke yang segar
Ò  Korelasi (CORRELATION). Hubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa untuk memberikan makna terhadap materi
Ò  Menyimpulkan (GENERALIZATION), yaitu tahapan untuk memahami inti materi pelajaran
Ò  Mengaplikasikan (APLICATION), yaitu langkah unjuk kemampuan siswa setelah menyimak penjelasan guru, misal dengan membuat tugas yang relevan tau memberikan tes yang sesuai dengan materi yang telah disajikan.
Keunggulan ekspositori
Ò  Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran
Ò  Efektif digunakan jika materi pelajaran cukup luas, sementara waktu yang dimiliki terbatas
Ò  Siswa dapat mendengar melalui  penuturan (ceramah), sekaligus dapat melihat atau mengobservasi (melalui pelaksaan demonstrasi)
Ò  Bisa digunakan untuk jumlah siswa dengan ukuran kelas yang besar.
Kelemahan ekspositori
Ò  Hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik;
Ò  Tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu dari segi kemampuan, pengetahuan, minat, bakat dan gaya belajar;
Ò  Sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal dan berfikir kritis siswa;
Ò  Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung pada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusisme, motivasi, kemampuan bertutur (berkomunikasi) dan kemampuan mengelola kelas
Ò  Kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa sangat terbatas, karena pola komunkasi strategi pembelajaran lebih banyak terjadi satu arah (ONE WAY COMMUNICATION), akibatnya pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru.
PEMBELAJARAN BERBASIS PAKEM
q  Salah satu problema pendidikan di Indonesia adalah adanya gap/kesenjangan yang cukup lebar antara pengetahuan yang dimiliki para siswa dengan sikap dan perilakunya.
q  Banyak siswa yang tahu atau hafal materi pelajaran tetapi tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut bagi peningkatan kualitas hidupnya
AKTIF
    Dalam proses pembelajaran, guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan
KREATIF
    Proses aktif tadi, sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilka sesuatu untuk kepentingan dirinya, dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam, sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa
EFEKTIF
    Dapat menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yangharus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan, tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa saja
MENYENANGKAN
    Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan (fun, joyful learning), sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh dan tinggi. Menurut penelitian, tingginya curah perhatian, terbukti meningkatkan hasil belajar
 

No comments:

Post a Comment