MODEL PEMBELAJARAN HARUS MENGANDUNG
Sebuah filosofi yang mendasar sebagai landasan
teori dan rincian tahapan dari teknik
pembelajaran
Sebuah filosofi yang mendike pendekatan-pendekatan dan
metode-metode dan biasanya disajikan dalam satu apaket.
Sebuah penjelasan dari gaya mengajar dan ditunjukkan
oleh paktik pengajaran, yang menunjukkan bagaimana siswa belajar.
UNSUR–UNSUR DASAR YANG HARUS ADA DALAM MODEL
PEMBELAJARAN
Rasional teoretik
Hasil yang ingin dicapai
Syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran
Social system, adalah
suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran
Principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang
siswa
Support system, segala sarana, bahan dan alat atau lingkungan belajar
yang mendukung
Instructional dan nurturant effects, hasil belajar yang
diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang disasar (instructional effects) dan
hasil belajar di luar yang disasar (nurturant effects)
PENGERTIAN STRATEGI
PEMBELAJARAN
Pada mulanya istilah
strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan
seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seseorang yang
berperang dalam mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum
melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang
dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya.
Strategi digunakan untuk
memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Dalam dunia pendidikan,
strategi diartikan sebagai a plan, a method, or series of activities
designed to achieves a particular education goal. Jadi strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian
kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
Menurut Wina Sanjaya :
istilah strategi sebagaimana banyak istilah lainnya, dipakai dalam banyak
konteks dengan makna yang tidak selalu
sama. Di dalam konteks belajar mengajar,
strategi berarti “Pola umum aktifitas guru-peserta didik di dalam perwujudan
kegiatan belajar-mengajar. Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan
urutan perbuatan yang dimaksud tampak digunakan oleh peserta didik di dalam
bermacam-macam peristiwa belajar.”
Konsep strategi menunjuk
pada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru-peserta didik di dalam
peristiwa belajar mengajar. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah
pemahaman rasional yang membedakan strategi yang satu dengan strategi yang lain
secara fundamental.
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI
1. Kemp : strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.
2. Kozma : strategi pembelajaran dapat diartikan
sebagai setiap kegiatan yang dipilih yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau
bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
3. Gerlach dan
Ely : kegiatan strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk
menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu,
meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan
pengalaman belajar kepada peserta didik.
4. Dick dan Carey : strategi pembelajaran terdiri atas
seluruh komponan materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar
yang digunakan guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran tertentu, bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk
juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan
kepada peserta didik.
5. Cropper : Strategi pembelajaran merupakan pemilihan
atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan
dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat
dipraktekkan.
Dua
hal yang perlu dicermati dari pengertian-pengertian di atas :
- Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan, termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran.
Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan
rencana kerja belum sampai pada tindakan.
- Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari
semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
PENGERTIAN
METODE
Menurut Pupuh Faturrahman metode secara harfiah
berarti cara. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu
cara atau prosedur yang dipakai untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitan dengan pembelajaran, metode
didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajaran pada peserta didik
untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian salah satu
ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pembelajaran adalah
ketrampilan memilih metode.
PENGERTIAN TEKNIK ATAU TAKTIK PEMBELAJARAN
Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari
metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam rangka
mengimplementasikan suatu metode, yaitu cara yang harus dilakukan agar metode
yang dilakukan berjalan efektif dan efesien.
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan tergantung pada pendekatan yang
digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan
berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru
dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan
teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang
satu dengan guru yang lain.
PRINSIP-PRINSIP STRATEGI PEMBELAJARAN
Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah
bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua
tujuan dan semua keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri,
dan guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Hal
ini seperti yang dikemukakan oleh Killen :
No teaching strategy is better than others in all
circumstances, so you have to be able to use a variety of teaching strategies,
and make rational decisions about when each of the teaching strategies in
likely to most effective.
PRINSIP-PRINSIP UMUM :
- Berorientasi pada tujuan (kompetensi)
- Aktivitas; Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau
informasi. Belajar adalah berbuat; memperoleh pengalaman tertentu sesuai
dengan tujuan yang diharapkan. Lebih dari 2400 tahun yang lalu, Konfusius
menyatakan:
Yang
saya dengar, saya lupa
Yang
saya lihat, saya ingat
Yang
saya kerjakan, saya pahami
Tiga
pernyataan sederhana itu berbicara banyak tentang perlunya cara belajar aktif.
- Individualitas; mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu
peserta didik. Walaupun kita mengajar pada sekelompok peserta didik, namun
pada hakikatnya yang ingin kita capai adalah perubahan peilaku setiap
peserta didik.
- Integritas; mengajar harus dipandang sebagai upaya mengembangkan
seluruh pribadi peserta didik. Mengajar bukan hanya mengembangkan
kemampuan kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek afektif dan
psikomotor.
PRINSIP-PRINSIP KHUSUS
v INTERAKTIF; proses pembelajaran adalah proses
interaksi baik antara guru dengan peserta didik, antara peserta didik dengan
peserta didik maupun antara peserta didik dengan lingkungannya.
v INSPRIRATIF; beberapa informasi dan proses pemecahan
masalah dalam pembelajaran bukan harga mati, akan tetapi merupakan hipotesis
yang merangsang peserta didik untuk mau mencoba dan mengujinya.
v MENYENANGKAN; Seluruh potensi peserta didik akan
berkembang manakala mereka terbebas dari rasa takut dan menegangkan.
v MENANTANG; Siswa ditantang untuk dapat mencoba,
berpikir secara intuitif atau bereksplorasi.
v MEMBERI MOTIVASI; Motivasi dapat diartikan sebagai
dorongan yang memungkinkan peserta didik untuk bertindak atau melakukan
sesuatu. Dorongan itu hanya mungkin muncul dalam diri peserta didik manakala
mereka merasa membutuhkan.
Pembelajaran ekspositori
Ò Pada suatu ketika seorang guru SKI
mengajarkan
tentang Perang Uhud
Ò Guru bercerita bagaimana kegigihan
Rasulullah
dan para sahabatnya
melawan kaum
kafir Quraisy
Ò Kemampuan guru membawakan
cerita
dengan suara yang jelas,
kadang
meledak (meninggi) kadang melemah telah mampu membangkitkan emosi siswa
Ò Selesai guru bercerita proses pembelajaran dilakukan
dengan tanya jawab, misalnya ttg latar belakang dan urutan kejadian hingga
pecahnya Perang Uhud, tempat dan waktu kejadian, mengenai pendapat siswa
tentang peran dan perjuangan Rasul dan sahabatnya seperti Hamzah sang Singa
Padang Pasir (The Lion of The Dessert) yang berjuang habis-habisan
membela Islam.
Ò Cerita di atas adalah contoh pembelajaran yang
diterapkan dengan menggunakan strategi pembelajaran EKSPOSITORI, yang
menekankan kepada proses bertutur
Ò Materi pelajaran sengaja diberikan secara langsung
Ò Peran siswa dalam strategi ini adalah menyimak untuk
menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru.
Karakteristik pemblj. Ekspositori
Ò Menekankan kepada proses menyampaikan materi secara
verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa, orang menyamakannya dengan CERAMAH
Ò Roy Killen (1998) menyebutnya sebagai proses
pembelajaran langsung (direct instruction)
Ò Siswa tidak dituntut untuk menemukan materi itu
Ò Sering juga dinamakan dengan model pembelajaran “CHALK
AND TALK”
Ò Materi pelajaran yang disampaikan adalah materi yang
sudah jadi, seperti data, fakta, konsep tertentu yang harus dihafal
Ò Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi
pelajaran itu sendiri.
Ò Pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari
pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach)
Ò Guru memegang peran yang sangat dominan
Ò Fokus utama pembelajaran adalah kemampuan akademik (academic
achievement)
Ekspositori efektif, apabila:
Ò Guru akan menyampaikan bahan-bahan baru
Ò Materi yang disampaikan adalah materi-materi dasar
seperti konsep tertentu, prosedur atau rangkaian aktivitas, dsb
Ò Apabila guru ingin agar siswa bisa mengingat bahan
pelajaran (menghafal)
Ò Jika bahan pelajaran hanya mungkin dapat dipahami
siswa manakala disampaikan oleh guru secara ceramah
Ò Jika ingin membangkitkan keingintahuan siswa tentang
topik tertentu, misalnya materi pelajaran yang bersifat pancingan untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa.
Ò Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu tknik
atau prosedur tertentu yang merupakan langkah baku atau langkah standar
Ò Apabila seluruh siswa memiliki tingkat kesulitan yang
sama
Ò Apabila guru ingin mengajar pada sekelompok siswa yang
rata-rata memiliki kemampuan rendah (low achieving student)
Ò Jika lingkungan tidak mendukung untuk menggunakan
strategi yang berpusat pada siswa, misalnya tidak adanya sarana dan prasarana
yang dibutuhkan
Ò Jika guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk
menggunakan pedekatan yang berpusat kepada siswa.
Prinsip-prinsip pembelajrn. Ekspositori
Baik tidaknya suau strategi pembelajaran bisa dilihat
dari efektif tidaknya strategi tersebut dalam mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditentukan.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN EKSPOSITORI yang harus
diperhatikan oleh seorang guru adalah :
Ò Berorientasi pada tujuan. Memang benar strategi pembelajaran ekspositori tidak
mungkin dapat mengejar tujuan kemampuan berfikir tingkat tinggi, seperti
menganalisis, mensintesis, atau mengevaluasi sesuatu, namun tidak berarti
kemampuan berfikir tinkat rendah tidak peru dirumuskan.
Ò Prinsip komunikasi, dalam proses komunikasi guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa
sebagai penerima pesan
Ò Prinsip kesiapan. Dalam teori belajar koneksionisme, kesiapan
merupakan salah satu hukum belajar. Agar siswa dapat menerima informasi sebagai
stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita memposisikan siswa dalam
keadaan siap secara fisik maupun psikhis.
Ò Prinsip berkelanjutan. Proses pembelajaran ekspositori harus dapat
mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut.
Langkah-langkah ekspositori
Ò Persiapan (PREPARATION); berikan sugesti yang
positif, kemukakan tujuan yang harus dicapai, bukalah file dalam otak siswa:
sebelum kita menyampaikan materi pelajaran, kita harus membuka dahulu file
dalam otak siswa agar materi itu cepat ditangkap
Ò Penyajian (PRESENTATION),
a. gunakan bahasa yang komunikatif
b.
intonasi suara yang tepat dengan pengaturan
nada tinggi, kuat, lemah, datar dst
c.
jaga kontak mata dengan siswa
d. Gunakan joke-joke yang segar
Ò Korelasi (CORRELATION). Hubungkan materi
pelajaran dengan pengalaman siswa untuk memberikan makna terhadap materi
Ò Menyimpulkan (GENERALIZATION), yaitu tahapan
untuk memahami inti materi pelajaran
Ò Mengaplikasikan (APLICATION), yaitu langkah
unjuk kemampuan siswa setelah menyimak penjelasan guru, misal dengan membuat
tugas yang relevan tau memberikan tes yang sesuai dengan materi yang telah
disajikan.
Keunggulan ekspositori
Ò Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi
pembelajaran
Ò Efektif digunakan jika materi pelajaran cukup luas,
sementara waktu yang dimiliki terbatas
Ò Siswa dapat mendengar melalui penuturan (ceramah), sekaligus dapat melihat
atau mengobservasi (melalui pelaksaan demonstrasi)
Ò Bisa digunakan untuk jumlah siswa dengan ukuran kelas
yang besar.
Kelemahan ekspositori
Ò Hanya mungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang
memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik;
Ò Tidak mungkin dapat melayani perbedaan setiap individu
dari segi kemampuan, pengetahuan, minat, bakat dan gaya belajar;
Ò Sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi, hubungan
interpersonal dan berfikir kritis siswa;
Ò Keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori sangat
tergantung pada apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa
percaya diri, semangat, antusisme, motivasi, kemampuan bertutur (berkomunikasi)
dan kemampuan mengelola kelas
Ò Kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa sangat
terbatas, karena pola komunkasi strategi pembelajaran lebih banyak terjadi satu
arah (ONE WAY COMMUNICATION), akibatnya pengetahuan yang dimiliki siswa
akan terbatas pada apa yang diberikan guru.
PEMBELAJARAN BERBASIS PAKEM
q Salah satu problema pendidikan di Indonesia adalah
adanya gap/kesenjangan yang cukup lebar antara pengetahuan yang dimiliki para
siswa dengan sikap dan perilakunya.
q Banyak siswa yang tahu atau hafal materi pelajaran
tetapi tidak mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut bagi peningkatan
kualitas hidupnya
AKTIF
Dalam proses
pembelajaran, guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa
aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar merupakan
suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan
proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan
KREATIF
Proses aktif tadi, sangat penting dalam
rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilka sesuatu untuk
kepentingan dirinya, dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru
menciptakan kegiatan belajar yang beragam, sehingga memenuhi berbagai tingkat
kemampuan siswa
EFEKTIF
Dapat
menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran
berlangsung sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yangharus
dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan, tetapi tidak efektif,
maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa saja
MENYENANGKAN
Menyenangkan
adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan (fun, joyful
learning), sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh dan tinggi.
Menurut penelitian, tingginya curah perhatian, terbukti meningkatkan hasil
belajar
No comments:
Post a Comment