BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar Belakang
Suatu fenomena yang dapat
disaksikan bahwa telah terjadi ketidakseimbangan pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi, antara dharma pendidikan, antara penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat, di mana bidang pendidikan sangat menonjol bila dibandingkan
dengan kedua dharma yang lain. Namun bidang penelitian merupakan bidang yang
paling tertinggal dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketinggalan
ini dialami oleh hampir semua perguruan tinggi di tanah air, baik negeri maupun
swasta. Penyebab kondisi ini diantaranya adalah kemampuan dalam metodologi dan
budaya meneliti di lingkungan insan kampus masih sangat lemah.
Kegiatan penelitian bagi sebagian
dosen dan mahasiswa, masih dianggap kewajiban, belim menjadi kebutuhan, banyak
dosen melakukan penelitian hanya ingin memperoleh kredit poin untuk kenaikkan
pangkat atau golongan. Demikian juga bagi sebagian mahasiswa, mereka melakukan
penelitian hanya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana, magister,
atau doktor.
Inilah sekedar gambaran, betapa
metodologi penelian di bangun, berkembang, yang ternyata bukan hanya sekedar
meneliti, akan tetapi ada landasan epistemoligi dan paradigma serta
logika-logika tertentu yang harus diikuti. Sementara pemakalah membatasi
pembahan hanya mengenai jenis-jenis penelitian, baik secara umum maupun secara
khusus.
Beberapa jenis penelitian disajikan dari; tujuan, pendekatan, bidang
ilmu, tempat, dan adanya variabel.
b.
Rumusan Masalah
Agar
pembahasan makalah tepat dan benar sesuai yang diinginkan oleh penulis, maka
penulis membatasi masalah yaitu sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan Metodologi Penelitian?
2. Apa sajakah jenis-jenis penelitian?
3. Jelaskan macam-macam dari jenis-jenis penelitian!
c.
Tujuan
Dibuatnya makalah ini,
memiliki tujuan pokok mengenai:
1. Menjelaskan
pengertian Metodologi Penelitian.
2. Mengetahui jenis-jenis penelitian.
3. Mengetahui macam-macam penelitian dari setiap jenis
penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Metodologi Penelitian
Secara etimologis penelitian adalah berasal dari bahasa inggris research,
sehingga ada yang menerjemahkan research dengan riset. Research terdiri dari dua
kata re yang berari “kembali” dan to search yang berarti “
mencari”. Dengan demikian arti harfiyah dari research atau riset adalah
mencari kembali.
Disamping itu, menurut Withney, penelitian selain untuk mencari
kebenaran harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dalam waktu yang lama.
Sedangkan Kerlinger menyatakan bahwa :
Penelitian
ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis
tentang fenomena-fenomena alami, dengan dipandu oleh teori-teori dan
hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat antara fenomena-fenomena
itu.[1]
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci
yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan,
yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian
itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh
penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati
oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui
cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan penelitian
itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.[2]
Dari beberapa uraian pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
metodologi penelitian merupakan suatu cara atau langkah-langkah
yang disusun secara sistematis, yang membutuhkan ketelitian untuk mendapatkan
tujuan penelitian sesungguhnya, bukan sekedar kewajiban semata melainkan
sebagai kebutuhan keilmuan, dan diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang
ada dalam pendidikan.
B.
Jenis-Jenis
Penelitian
Para ahli penelitian, belum ada kesepakatan apa saja jenis
penelitian itu, sebab perbedaan sudut pandang akan berbeda jenis penelitiannya.[3]
Terdapat beberapa jenis penelitian, di mana jenis penelitian tersebut
tergantung dari jenis pandangnya. Namun secara garis besar, jenis penelitian
terdiri dari dua macam, yaitu penelitian umum dan penelitian khusus.
1.
Jenis
Penelitian Secara Umum
Secara umum penelitian dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
a.
Penelitian
Dasar (basic research)
Penelitian
dasar adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan
dengan penuh kehati-hatian untuk mengetahui sesuatu yang lebih cenderung
bersifat teoritik. Dengan kata lain, penelitian dasar dilakukan semata-mata
hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan, tanpa memikirkan manfaat praktis atau
manfaat yang bisa segera dirasakan dari hasil penelitian tersebut. Moh. Nazir
menyatakan bahwa penelititan dasar atau penelitian murni (pure research) adalah pencarian terhadap suatu karena ada perhatian
dan keingintahuan terhadap suatu aktivitas. Penelitian ini dilakukan tanpa
memikirkan hasil praktis atau hasil terapan, dalam arti hasil penelitian
tersebut tidak akan langsung atau segera diterapkan dalam kegiatan nyata. Hasil
dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang
alam serta hukum-hukumnya. Pengetahuan umum merupakan alat untuk memecahkan
masalah-masalah praktis, walaupun ia tidak memberikan jawaban yang menyeluruh
untuk setiap masalah tersebut.
Penelitian
dasar tidak dibayang-bayangi oleh pertunangan penggunaan dari penemuan
penelitian tersebut untuk masyarakat. Perhatian utama dalam melakukan
penelitian jenis ini adalah kesinambungan dan integritas dari ilmu dan
filosofi.
Selanjutnya,
Charles sebagaimana dikutip oleh Moh. Nazir, mengatakan bahwa: penelitian
dasar merupakan pemilihan sebuah masalah khas dari sumber mana saja,
dan secara hati-hati memecahkan masalah tersebut tanpa memikirkan kehendak sosial,
ekonomi maupun masyarakat.
Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa penelitian dasar adalah
penelitian untuk verifikasi atau pengembangan teori atau pengetahuan. Peneliti
yang melakukan penelitian dasar tidak mengharapkan hasil penelitiannya secara
praktis. Misalnya, penelitian tentang obat yang ampuh untuk membasmi hama
tanaman padi seperti wereng coklat atau tikus. Si peneliti akan mencoba
melakukan atau meracik berbagai obat-obatan atau bahan-bahan kimiawi maupun
nabati dengan komposisi tertentu sehingga obat pembasmi hama tersebut tidak
menimbulkan efek sampingan baik terhadap tanaman maupun terhadap lingkungan
sekitarnya. Setelah selesai obat tersebut diujicobakan terhadap tanaman padi
secara terbatas. Dalam arti, padi yang ditanam pada lahan sawah yang memang
selalu digunakan untuk uji coba berbagai penemuan-penemuan para peneliti, baik
peneliti obat-obatan pembasmi hama atau
peneliti yang mancoba bibit unggul.
Hasil
uji coba tersebut, kalaupun berhasil hanya lahan terbatas karena belum tentu
pada lahan tanah sawah yang lainobat tersebut bisa digunakan karena adanya
berbagai faktor lingkungan alam atau struktur tanah yang berbeda denagn lahan
sawah yang digunakan untuk uji coba penemuan peneliti tersebut. Peneliti
tersebut tidak memikirkan bagaiman supaya obat hasil temuannya itu bisa
dimanfaatkan di berbagai lahan yang lingkungan alam atau struktur tanahnya
berbeda. Artinya, apabila percobaan tersebut telah selesai dilakukan, maka
sudah selesailah tugas peneliti tersebut. Sedangkan untuk mengetahui sejauhmana
manfaat obat tersebut di berbagai macam lahan sawah yang lingkungan alam dan strukturnya
berbeda tidak menjadi perhatiannya. Itulah yang dimaksud bahwa penelitian dasar
adalah penelitian yang “tidak memiliki” tujuan praktis. Untuk mancoba obat
penemuan baru tersebut di berbagai lahan yang berbeda menjadi tugas dari
peneliti lapangan. Dengan demikian dapat dikatakan kalau peneliti dasar hanya
semata-mata untuk melakukan penelitian yang sifatnya pengembangan ilmu
pengetahuan, sedangakan peneliti terapan melakukan penelitiannya sebagai
aplikatif atau tindak lanjut dari hasil penelitian dasar.[4]
b.
Penelitian
Terapan (applied research)
Penelitian
terapan (applied/practical research)
adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian
untuk mengetahui sesuatu yang lebih cenderung bersifat praktis. Dalam arti penelitan
terapan dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan praktis, yakni untuk
mengembangkan sesuatu yang telah ada atau memperbaiki sesuatu yang telah
dilaksanakan sebelumnya, sehingga segera dapat dimanfaatkan masyarakat, baik untuk
kepentingan ekonomi, politik, pendidikan, sosial maupun kepentingan lainnya.
Peneliti
yang melakukan penelitian terapan merupakan pemerinci hasil penemuan dasar
sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan secara praktis. Hasil penelitian
terapan akan segera diterapkan untuk mengembangkan atau memperbaiki program
yang telah dirancang dan dilaksanakan sebelumnya. Hasil penelitian tidak perlu
sebagai penemuan baru, tetapi merupakan aplikasibaru dari penelitian yang telah
ada.
2.
Jenis Penelitian Secara Khusus
Secara khusus penelitian dapat digolongkan atau dibagi dalam
beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu antara lain; tujuan,
pendekatan, bidang ilmu, tempat dan adanya variabel.
a.
Dilihat dari tujuan,
penelitian ini terdiri dari:
1). Penelitian explorative (penjajagan/penjelajahan),
yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menggali sebab-sebab
atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Meksudnya penelitian
tersebut masih merupakan penelitian awal atau penjajagan terhadap sesuatuyang
dianggap bermasalah. Misalnya, apa yang menjadi penyebab terjadi penurunan
nilai secara nasional rata-rata hasil Ujian Nasional (UN) pada tahun 2010
dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya atau tahun sesudahnya (2011). Dalam
penelitian eksploratif, para peneliti manjajagi hal-hal apa saja yang
menyebabkan menurunnya nilai rata-rata UN secara nasional dengan meneliti
beberapa sampel yang secara metodologis pengambilan smapel tersebut tidak
benar-benar mengikuti kaidah-kaidah penelitian sepenuhnya.
2). Penelitian developmental (pengembangan), yakni penelitian dilakukan dengan
tujuan unutk melakukan pengembangan sebuah program atau kebijakan. Penelitian
ini diawali dengan melakukan percobaan-percobaan terhadap kebijakan atau
program sebelum kebijakan atau program tersebut diberlakukan secara umum.
3). Penelitian verivikatif (pembuktian), yaitu penelitian yang dilakukan dengan
tujuan unutk menguji kebenaran dari hasil penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya.
4). Penelitian policy (kebijaksanaan), penelitian dilakukan dengan tujuan untuk
menetapkan atau menerapkan suatu kebijakan.
b.
Pendekatan
1). Penelitian bujur (longitudinal),
yaitu penelitian dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sesuatu dari sasaran
penelitian yang sama dalam waktu yang cukup lama.
Kekuatan dari
pendekatan ini adalah subyek yang diteliti sama, sehingga faktor-faktor
individu tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kelemahannya, waktu yang
diperlukan unutk mencatat tersebut cukup lama sehingga dikhawatirkan terjadi
perubahan-perubahan yang disebabkan perkembangan zaman.
2). Penelitian silang (cross - sectional), yaitu penelitian untuk mengetahui atau mencatat
perkembangan kemampuan berpikir anak SMA dengan sasaran penelitian yang tidak
sama atau berbeda tetapi dalam waktu bersamaan.
Dengan
demikian secara serentak peneliti melakukan pencatatan kemampuan berpikir siswa
SMA mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII dalam kurun waktu yang sama,
misalnya pada awal semester genap.
Keuntungan
dari model pendekatan ini adalah dalam waktu yang tepat data sudah terkumpul.
Namun demikian, pendekatan model ini mengandung kelemahan juga, yakni dengan
sasaran penelitian yang berbeda besar kemungkinan terjadi perbedaan pula pada
waktu yang akan datang.
c.
Bidang Ilmu
Dilihat dari jenis spesialisasi dan interesnya, maka banyak sekali
ragam penelitian yang bisa dilakukan. Secara garis besar penelitian bidang
keilmuan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1)
Penelitian ilmu
eksakta, seperti penelitian kedigtaraan, penelitian bidang teknik, penelitian
bidang pertanian, penelitian bidang kedokteran dan sebagainya.
2)
Penelitian ilmu
sosial, misalnya penelitin bidang pendidikan, penelitian bidang sejarah,
penelitian bidang ekonomi, penelitian bidang bahasa dan sebagainya.
d.
Tempat
Penelitian ini dapat dilakukan dilaboratorium
perpustakaan atau lapangan. Seperti penelitian mikroba, kajian pustaka,
penelitian kebudayaan suatu masyarakat pedalaman.
Sebagai contoh:
1. Penelitian
laboratorium (laboratory research) yakni penelitian dengan tujuan
untuk mengembangkan suatu teori dalam ilmu kimia (misalnya)
2. Penelitian
perpustakaan (library research) yakni penelitian untuk
mengkaji sesuatu yang menjadi sasarannya adalah kepustakaan.
3. Penelitian
lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan sasaran
penelitiannya masyarakat, baik masyarakat secara umum seperti pegawai negeri
sipil (PNS), siswa atau mahasiswa, petani, pedagang atau sebagainya maupun
masyarakat secara khusus yakni hanya salah satu kelompok masyarakat saja yang menjadi
sasaran penelitiannya.
e.
Dilihat dari adanya
variabel
Yang dimaksud variable di sini adalah
hal-hal yang menjadi obyek penelitian yang harus diperhatikan dalam suatu
kegiatan penelitian (point to be notice), yang menunjukkan variasi baik secara
kuantitatif maupun kualitatif. Misalnya, jenis kelamin, usia, tingkat
pendidikan, tingkat ekonomi, dan sebagainya.[5]
Dapat kita simpulkan bahwa penelitian
itu dikelompokan menjadi penelitian umum
dan penelitian khusus. Secara umum penelitian tersebut termasuk dasar atau
terapan. Sedangkan secara khusus merupakan penelitian
kebijakan, penelitian kuantitatif, penelitian korelasional/assosiatif dan
sebagainya. Sebuah penelitian dikatakan penelitian umum atau khusus bergantung
terhadap kita memandangnya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Metodologi penelitian merupakan
suatu cara atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis, yang
membutuhkan ketelitian untuk mendapatkan tujuan penelitian sesungguhnya, bukan
sekedar kewajiban semata melainkan sebagai kebutuhan keilmuan, dan diharapkan
dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam pendidikan.
Dari pemaparan yang telah diljelaskan dapat diketahui bahwa penelitian
dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu penelitian secara umum dan penelitian
secara khusus.
Jenis penelitian secara umum dapat dikategorikan menjadi dua macam yaitu
penelitian dasar dan penelitian terapan. Sedangkan jenis penelitian secara
khusus dapat dikategorikan beberapa macam yaitu dilihat dari tujuan,
pendekatan, bidang ilmu, tempat dan adanya variable.
B.
Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat memudahkan proses pembelajaran
mengenai Metodoogi Penelitian Pendidikan
khususnya materi jenis-jenis penelitian.
[1]
Toto Syatori
Nasehuddien. Metodologi Penelitian: Sebuah Pengantar. Kuningan: IAIN
Cirebon, hal. 13-14
[2]
Sugiyono. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2013, hal. 3
[3][3]
Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif. Yogyakarta: UIN-Maliki Press, 2010, hal. 52
[4]
Toto Syatori
Nasehuddien. Metodologi Penelitian: Sebuah Pengantar. Kuningan: IAIN
Cirebon, hal. 25-27
No comments:
Post a Comment