Tuesday, 25 March 2014

Pengertian Metodologi Penelitian


BAB I
PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang
Suatu fenomena  yang dapat  disaksikan bahwa telah terjadi ketidakseimbangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara dharma pendidikan, antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, di mana bidang pendidikan sangat menonjol bila dibandingkan dengan kedua dharma yang lain. Namun bidang penelitian merupakan bidang yang paling tertinggal dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketinggalan ini dialami oleh hampir semua perguruan tinggi di tanah air, baik negeri maupun swasta. Penyebab kondisi ini diantaranya adalah kemampuan dalam metodologi dan budaya meneliti di lingkungan insan kampus masih sangat lemah.
Kegiatan penelitian bagi sebagian dosen dan mahasiswa, masih dianggap kewajiban, belim menjadi kebutuhan, banyak dosen melakukan penelitian hanya ingin memperoleh kredit poin untuk kenaikkan pangkat atau golongan. Demikian juga bagi sebagian mahasiswa, mereka melakukan penelitian hanya untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana, magister, atau doktor.
Inilah sekedar gambaran, betapa metodologi penelian di bangun, berkembang, yang ternyata bukan hanya sekedar meneliti, akan tetapi ada landasan epistemoligi dan paradigma serta logika-logika tertentu yang harus diikuti. Sementara pemakalah membatasi pembahan hanya mengenai jenis-jenis penelitian, baik secara umum maupun secara khusus.
Beberapa jenis penelitian disajikan dari; tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, dan adanya variabel.




b.      Rumusan Masalah
Agar pembahasan makalah tepat dan benar sesuai yang diinginkan oleh penulis, maka penulis membatasi masalah yaitu sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan Metodologi Penelitian?
2.      Apa sajakah jenis-jenis penelitian?
3.      Jelaskan macam-macam dari jenis-jenis penelitian!

c.       Tujuan
Dibuatnya makalah ini, memiliki tujuan pokok mengenai:
1.      Menjelaskan pengertian Metodologi Penelitian.
2.      Mengetahui jenis-jenis penelitian.
3.      Mengetahui macam-macam penelitian dari setiap jenis penelitian.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metodologi Penelitian
Secara etimologis penelitian adalah berasal dari bahasa inggris research,  sehingga ada yang menerjemahkan  research  dengan riset. Research terdiri dari dua kata re yang berari “kembali” dan to search yang berarti “ mencari”. Dengan demikian arti harfiyah dari research atau riset adalah mencari kembali.
Disamping itu, menurut Withney, penelitian selain untuk mencari kebenaran harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Sedangkan Kerlinger menyatakan bahwa :
Penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis tentang fenomena-fenomena alami, dengan dipandu oleh teori-teori dan hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat antara fenomena-fenomena itu.[1]
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.[2]
Dari beberapa uraian pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian merupakan suatu cara atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis, yang membutuhkan ketelitian untuk mendapatkan tujuan penelitian sesungguhnya, bukan sekedar kewajiban semata melainkan sebagai kebutuhan keilmuan, dan diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam pendidikan.

B.     Jenis-Jenis Penelitian
Para ahli penelitian, belum ada kesepakatan apa saja jenis penelitian itu, sebab perbedaan sudut pandang akan berbeda jenis penelitiannya.[3] Terdapat beberapa jenis penelitian, di mana jenis penelitian tersebut tergantung dari jenis pandangnya. Namun secara garis besar, jenis penelitian terdiri dari dua macam, yaitu penelitian umum dan penelitian khusus.
1.      Jenis Penelitian Secara Umum
Secara umum penelitian dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
a.    Penelitian Dasar (basic research)
Penelitian dasar adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk mengetahui sesuatu yang lebih cenderung bersifat teoritik. Dengan kata lain, penelitian dasar dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan, tanpa memikirkan manfaat praktis atau manfaat yang bisa segera dirasakan dari hasil penelitian tersebut. Moh. Nazir menyatakan bahwa penelititan dasar atau penelitian murni (pure research) adalah pencarian terhadap suatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap suatu aktivitas. Penelitian ini dilakukan tanpa memikirkan hasil praktis atau hasil terapan, dalam arti hasil penelitian tersebut tidak akan langsung atau segera diterapkan dalam kegiatan nyata. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam serta hukum-hukumnya. Pengetahuan umum merupakan alat untuk memecahkan masalah-masalah praktis, walaupun ia tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk setiap masalah tersebut.
Penelitian dasar tidak dibayang-bayangi oleh pertunangan penggunaan dari penemuan penelitian tersebut untuk masyarakat. Perhatian utama dalam melakukan penelitian jenis ini adalah kesinambungan dan integritas dari ilmu dan filosofi.
Selanjutnya, Charles sebagaimana dikutip oleh Moh. Nazir, mengatakan bahwa: penelitian dasar merupakan pemilihan sebuah masalah khas dari sumber mana saja, dan secara hati-hati memecahkan masalah tersebut tanpa memikirkan kehendak sosial, ekonomi maupun masyarakat.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian dasar adalah penelitian untuk verifikasi atau pengembangan teori atau pengetahuan. Peneliti yang melakukan penelitian dasar tidak mengharapkan hasil penelitiannya secara praktis. Misalnya, penelitian tentang obat yang ampuh untuk membasmi hama tanaman padi seperti wereng coklat atau tikus. Si peneliti akan mencoba melakukan atau meracik berbagai obat-obatan atau bahan-bahan kimiawi maupun nabati dengan komposisi tertentu sehingga obat pembasmi hama tersebut tidak menimbulkan efek sampingan baik terhadap tanaman maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Setelah selesai obat tersebut diujicobakan terhadap tanaman padi secara terbatas. Dalam arti, padi yang ditanam pada lahan sawah yang memang selalu digunakan untuk uji coba berbagai penemuan-penemuan para peneliti, baik peneliti obat-obatan  pembasmi hama atau peneliti yang mancoba bibit unggul.
Hasil uji coba tersebut, kalaupun berhasil hanya lahan terbatas karena belum tentu pada lahan tanah sawah yang lainobat tersebut bisa digunakan karena adanya berbagai faktor lingkungan alam atau struktur tanah yang berbeda denagn lahan sawah yang digunakan untuk uji coba penemuan peneliti tersebut. Peneliti tersebut tidak memikirkan bagaiman supaya obat hasil temuannya itu bisa dimanfaatkan di berbagai lahan yang lingkungan alam atau struktur tanahnya berbeda. Artinya, apabila percobaan tersebut telah selesai dilakukan, maka sudah selesailah tugas peneliti tersebut. Sedangkan untuk mengetahui sejauhmana manfaat obat tersebut di berbagai macam lahan sawah yang lingkungan alam dan strukturnya berbeda tidak menjadi perhatiannya. Itulah yang dimaksud bahwa penelitian dasar adalah penelitian yang “tidak memiliki” tujuan praktis. Untuk mancoba obat penemuan baru tersebut di berbagai lahan yang berbeda menjadi tugas dari peneliti lapangan. Dengan demikian dapat dikatakan kalau peneliti dasar hanya semata-mata untuk melakukan penelitian yang sifatnya pengembangan ilmu pengetahuan, sedangakan peneliti terapan melakukan penelitiannya sebagai aplikatif atau tindak lanjut dari hasil penelitian dasar.[4]

b.      Penelitian Terapan (applied research)
Penelitian terapan (applied/practical research) adalah suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk mengetahui sesuatu yang lebih cenderung bersifat praktis. Dalam arti penelitan terapan dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan praktis, yakni untuk mengembangkan sesuatu yang telah ada atau memperbaiki sesuatu yang telah dilaksanakan sebelumnya, sehingga segera dapat dimanfaatkan masyarakat, baik untuk kepentingan ekonomi, politik, pendidikan, sosial maupun kepentingan lainnya.
Peneliti yang melakukan penelitian terapan merupakan pemerinci hasil penemuan dasar sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan secara praktis. Hasil penelitian terapan akan segera diterapkan untuk mengembangkan atau memperbaiki program yang telah dirancang dan dilaksanakan sebelumnya. Hasil penelitian tidak perlu sebagai penemuan baru, tetapi merupakan aplikasibaru dari penelitian yang telah ada.

2.      Jenis Penelitian Secara Khusus
Secara khusus penelitian dapat digolongkan atau dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu antara lain; tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat dan adanya variabel.
a.       Dilihat dari tujuan, penelitian ini terdiri dari:
1). Penelitian explorative (penjajagan/penjelajahan), yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menggali sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Meksudnya penelitian tersebut masih merupakan penelitian awal atau penjajagan terhadap sesuatuyang dianggap bermasalah. Misalnya, apa yang menjadi penyebab terjadi penurunan nilai secara nasional rata-rata hasil Ujian Nasional (UN) pada tahun 2010 dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya atau tahun sesudahnya (2011). Dalam penelitian eksploratif, para peneliti manjajagi hal-hal apa saja yang menyebabkan menurunnya nilai rata-rata UN secara nasional dengan meneliti beberapa sampel yang secara metodologis pengambilan smapel tersebut tidak benar-benar mengikuti kaidah-kaidah penelitian sepenuhnya.
2).  Penelitian developmental (pengembangan), yakni penelitian dilakukan dengan tujuan unutk melakukan pengembangan sebuah program atau kebijakan. Penelitian ini diawali dengan melakukan percobaan-percobaan terhadap kebijakan atau program sebelum kebijakan atau program tersebut diberlakukan secara umum.
3).    Penelitian verivikatif (pembuktian), yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan unutk menguji kebenaran dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
4).    Penelitian policy (kebijaksanaan), penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan atau menerapkan suatu kebijakan.

b.      Pendekatan
1).    Penelitian bujur (longitudinal), yaitu penelitian dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sesuatu dari sasaran penelitian yang sama dalam waktu yang cukup lama.
Kekuatan dari pendekatan ini adalah subyek yang diteliti sama, sehingga faktor-faktor individu tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kelemahannya, waktu yang diperlukan unutk mencatat tersebut cukup lama sehingga dikhawatirkan terjadi perubahan-perubahan yang disebabkan perkembangan zaman.
2).  Penelitian silang (cross - sectional), yaitu penelitian untuk mengetahui atau mencatat perkembangan kemampuan berpikir anak SMA dengan sasaran penelitian yang tidak sama atau berbeda tetapi dalam waktu bersamaan.
Dengan demikian secara serentak peneliti melakukan pencatatan kemampuan berpikir siswa SMA mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII dalam kurun waktu yang sama, misalnya pada awal semester genap.
Keuntungan dari model pendekatan ini adalah dalam waktu yang tepat data sudah terkumpul. Namun demikian, pendekatan model ini mengandung kelemahan juga, yakni dengan sasaran penelitian yang berbeda besar kemungkinan terjadi perbedaan pula pada waktu yang akan datang.

c.       Bidang Ilmu
Dilihat dari jenis spesialisasi dan interesnya, maka banyak sekali ragam penelitian yang bisa dilakukan. Secara garis besar penelitian bidang keilmuan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1)      Penelitian ilmu eksakta, seperti penelitian kedigtaraan, penelitian bidang teknik, penelitian bidang pertanian, penelitian bidang kedokteran dan sebagainya.
2)      Penelitian ilmu sosial, misalnya penelitin bidang pendidikan, penelitian bidang sejarah, penelitian bidang ekonomi, penelitian bidang bahasa dan sebagainya.

d.      Tempat
Penelitian ini dapat dilakukan dilaboratorium perpustakaan atau lapangan. Seperti penelitian mikroba, kajian pustaka, penelitian kebudayaan suatu masyarakat pedalaman.
Sebagai contoh:
1.      Penelitian laboratorium (laboratory research) yakni penelitian dengan tujuan untuk mengembangkan suatu teori dalam ilmu kimia (misalnya)
2.      Penelitian perpustakaan (library research) yakni penelitian untuk mengkaji sesuatu yang menjadi sasarannya adalah kepustakaan.
3.      Penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan sasaran penelitiannya masyarakat, baik masyarakat secara umum seperti pegawai negeri sipil (PNS), siswa atau mahasiswa, petani, pedagang atau sebagainya maupun masyarakat secara khusus yakni hanya salah satu kelompok masyarakat saja yang menjadi sasaran penelitiannya.

e.       Dilihat dari adanya variabel
Yang dimaksud variable di sini adalah hal-hal yang menjadi obyek penelitian yang harus diperhatikan dalam suatu kegiatan penelitian (point to be notice), yang menunjukkan variasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Misalnya, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, dan sebagainya.[5]


Dapat kita simpulkan bahwa penelitian itu dikelompokan menjadi  penelitian umum dan penelitian khusus. Secara umum penelitian tersebut termasuk dasar atau terapan. Sedangkan secara khusus merupakan penelitian kebijakan, penelitian kuantitatif, penelitian korelasional/assosiatif dan sebagainya. Sebuah penelitian dikatakan penelitian umum atau khusus bergantung terhadap kita memandangnya.


BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Metodologi penelitian merupakan suatu cara atau langkah-langkah yang disusun secara sistematis, yang membutuhkan ketelitian untuk mendapatkan tujuan penelitian sesungguhnya, bukan sekedar kewajiban semata melainkan sebagai kebutuhan keilmuan, dan diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam pendidikan.
Dari pemaparan yang telah diljelaskan dapat diketahui bahwa penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu penelitian secara umum dan penelitian secara khusus.
Jenis penelitian secara umum dapat dikategorikan menjadi dua macam yaitu penelitian dasar dan penelitian terapan. Sedangkan jenis penelitian secara khusus dapat dikategorikan beberapa macam yaitu dilihat dari tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat dan adanya variable.

B.                 Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat memudahkan proses pembelajaran mengenai  Metodoogi Penelitian Pendidikan khususnya materi jenis-jenis penelitian.




[1] Toto Syatori Nasehuddien. Metodologi Penelitian: Sebuah Pengantar. Kuningan: IAIN Cirebon, hal. 13-14
[2] Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2013, hal. 3
[3][3] Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif.  Yogyakarta: UIN-Maliki Press, 2010, hal. 52
[4] Toto Syatori Nasehuddien. Metodologi Penelitian: Sebuah Pengantar. Kuningan: IAIN Cirebon, hal. 25-27
[5] Ibid., hal. 30-35

No comments:

Post a Comment