BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Kajian Pustaka merupakan
salah satu rangkaian aktivitas penelitian yang jarang sekali diperhatikan
secara seksama, bahkan sering dianggap remeh.padahal kajian pustaka merupakan
salah satu hal yang penting dalam sebuah penelitian. Mengingat dengan kajian
pustaka, seorang yang akan melakukan
penelitian mendapatkan gambaran dan pengetahuan dalam mempertegas penelitiannya.
Kajian pustaka berisi uraian sistematis tentang hasil penelitian terdahulu
(prior research) tentang persoalan yang akan
dikaji dalam tesis.
Peneliti mengemukakan dan
menunjukkan dengan tegas bahwa masalah
yang akan dibahas belum pernah diteliti sebelumnya atau perlu pengembangan
lebih lanjut.[1]Dan menjelaskan hubungan antara penelitian
tersebut dengan penelitian sebelumnya, juga menjelaskan uraian
teori penelitian sebelumnya, kemudian menjelaskan
perbedaan dan kontribusi penelitiannya, sehingga pembaca mengetahui perkembangan
penelitian tersebut. Kajian pustaka bukanlah suatu kumpulan fakta dan perasaan tapi
merupakan argumentasi runtut yang mengarah kepada penjelasan usulan penelitian.
Dengan demikian kajian pustaka pada sebuah
penelitian merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam membantu
peneliti.
Kerangka pikir
merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan yang dapat mendasari
perumusan hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban
terhadap pendekatan pemecahan masalah yang menyatakan hubungan antar variabel
berdasarkan pembahasan teoritis.
Perlu dijelaskan bahwa tidak semua penelitian memiliki kerangka
pikir. Kerangka pikir pada umumnya hanya dipruntukkan pada jenis penelitian
kuantatif. Untuk penelitian kualitatif kerangka berpikirnya terletak pada kasus
yang selama ini dilihat atau diamati secara langsung oleh penulis. Sedangkan
untuk penelitian tindakan kerangka berpikirnya terletak pada refleksi, baik
pada peneliti maupun pada partisipan. Hanya dengan kerangka berpikir yang tajam
yang dapat digunakan untuk menurunkan hipotesis.
Kajian pustaka
dan kerangka teori merupakan kerangka acuhan yang disusun berdasarkan kajian
berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris yang menumbuhkan gagasan
dan mendasari usulan penelitian tindakan kelas. Dasar-dasar usulan penelitian
tindakan kelas tersebut dapat berasal dari temuan dan hasil penelitian
terdahulu yang terkait dan mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi
permasalahan penelitian tindakan kelas. Ary (1983) mengatakan bahwa sangat
penting bagi peneliti untuk mencari hasil penelitian terdahulu yang cocok
dengan bidang yang diteliti sebagai dasar pendukung pilihan.
Dalam
pembahasan kajian pustaka dan kerangka teori perlu diungkapkan kerangka acuhan
komprehensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai
landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Uraian dalam kajian pustaka diharapkan menjadi landasan teoritik
mengapa masalah yang dihadapi dalam penelitian tindakan kelas perlu dipecahkan
dengan strategi yang dipilih. Kajian teoritik mengenai prosedur yang akan
dipakai dalam pengembangan juga dikemukakan. Kajian pustaka dan kerangka teori
dipaparkan dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya
pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah dilakukan para
ahli untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian
pengembangan yang dilakukan memiliki landasan empiris yang kuat. (UM, 2005).[2]
B.
RUMUSAN MASALAH
Agar
pembahasan makalah tepat dan benar sesuai yang diinginkan oleh penulis, maka
penulis membatasi masalah yaitu sebagai berikut.
1.
Bagaimana
peranan kepustakaan dalam penelitian?
2.
Apa
sumber referensi dalam peneitian kependidikan?
3.
Bagaimana
cara memilih teori-teori yang relevan dalam peneitian?
4.
Bagaimana
cara menyusun kerangka berfikir?
5.
Apa
yang dimaksud dengan penelitian yang relevan/terdahulu?
6.
Bagaimana
cara merumuskan hipotesis peneitian?
C.
TUJUAN
Dibuatnya makalah ini, memiliki tujuan yaitu sebagai berikut.
1.
Untuk
memahami peranan kepustakaan dalam penelitian.
2.
Untuk
mengetahui sumber referensi dalam peneitian kependidikan.
3.
Untuk
mengetahui cara memilih teori-teori yang relevan dalam peneitian
4.
Untuk
memahami cara menyusun kerangka berfikir.
5.
Untuk
mengetahui tentang penelitian yang relevan.
6.
Untuk
mengetahui cara merumuskan hipotesis penlitian.
BAB
II
PEMBAHASAN
Dalam proposal penelitian tinjauan pustaka/kerangka
teori, kerangka berfikir, penelitian yang relevan dan hipotesis penelitian
merupakan bagian dari bab II. Apabila dalam penelitian itu menggunakan
pendekatan kualitatif, subab yang ditulis hanya tinjauan pustaka/kerangka
teori, kerangka berfikir, dan penelitian yang relevan. Sedangkan dalam
penelitian kuantitatif, subab yang ditulis tinjauan pustaka/kerangka teori,
kerangka berfikir, penelitian yang relevan dan hipotesis penelitian. Berikut
akan dijelaskan subab dari bab II yang terdapat dalam proposal penelitian.
A.
Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
Teori yaitu sesuatu yang menggambarkan variabel bebas dan variabel
terikat yang menjadi landasan teori dalam penelitian. Landasan teori adalah
teori-teori relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan
diteliti sebagai jawaban sebentara terhadap rumusan masalah[3].
Landasan teori
ini jugaberfungsi untuk memberikan gambaran umum tentang latar belakang
penelitian dansebagai landasan pembahasan hasil penelitian.Ada perbedaan
mendasar tentang peranan landasan teori, antara penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif peneliti berangkat dari teori menunju
data,dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang
digunakan.Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti berangkat dari data
dan menggunakanteori sebagai penjelas, serta berakhir pada kontruksi teori baru
yang ditemukannyaoleh peneliti setelah menganalisis dan menyimpulkan data.
Kerangka teori/tinjauan pustaka merupakan suatu literatur yang dijadikan sebagai referensi atau
landasan teoritis dalam penelitian yang terdapat ringkasan dan teori yang
ditemukan dari sumber bacaan (literatur) dan ada kaitannya tema yang akan
diangkat dalam penelitian. Dapat dilihat bahwa tinjauan pustaka[4]
memiliki tujuan: menentukan dan membatasi permasalahan penelitian, meletakkan
penelitian pada perspektif sejarah dan asosiasoinal, menghindari replikasi yang
tidak disengaja dan tidak perlu dan menghubungkan penemuan dengan pengatahuan
yang ada dan usulan untuk penelitian lebih lanjut.
Membuat tinjauan pustaka yang baik tidak lah mudah dan memerlukan
keterampilan dan usaha dari kita. Perlu diketahui bahwa tinjauan pustaka bukan
hanya sekedar daftar hasil penelitian sebelumnya yang sudah diterbitkan. Lebih
dari pada itu, kita harus melakukan evaluasi dan sintesis sehingga sebuah
tinjauan pustaka yang kita hasilkan memiliki nilai akademik yang tinggi.
Perlu dilakukan tinjauan pustaka
lebih dahulu agar kemudian penelitian dapat menyusun pertanyaan penelitian atau
hipotesis. Dalam Tinjauan pustaka (berisi variabel terikat, variabel bebas, dan
hubungan keduany, berisi dengan permasalahan yang akan diteliti). Tinjauan/Telaah
pustaka diperlukan untuk memberi-kan pemantapan dan penegasantentang ciri khas
penelitian yang hendak dikerjakan. Ciri khas penelitian ini akantampak dengan
menunjukkan bahawa buku-buku, buletin, skripsi yang ditelaah belumatau tidak
menjawab persoalan yang diajukan oleh peneliti.
B.
Peranan kepustakaan dalam penelitian
Kepustakaan adalah bahan-bahan yang menjadi
acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa
artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.Bahan-bahan
kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian,
disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan
seminar, diskusi ilmiah.
Penelitian tidak mungkin dapat
dilakukan dengan baik jika tanpa orientasi pendahuluan di perpustakaan. Menurut
Toto Syatori Nasehuddin[5]
ada 4 manfaat yang dapat diperoleh dari mempelajari bahan-bahan kepustakaan.
a.
Bahan
kepustakaan dapat mengarahkan dalam menciptakan dan merumuskan masalah yang
tepat.
b.
Bahan
kepustakaan yang baik, dapat ditentukan teknik penilaian yang tepat sehingga
hasilnya valid dan signifikan
c.
Bahan
kepustakaan yang baik, dapat membantu peneliti dalam menjuruskan pemikiran
konseptual dalam menguji anggapan dasar.
d.
Bahan
kepustakaan yang baik, dapat membantu dalam pengutipan yang tidak tepat dan
dapat menghindari pelaksanaan penelitian yang kemungkinan tidak mencapai hasil.
Menurut Jevusca dalam Toto Syatori
Nasehuddin[6]
manfaat kepustakaan adalah:
a.
Membantu
peneliti dalam merumuskam masalah.
b.
Memberikan
informasi yang relevan dengan masalah yang diteliti.
c.
Membantu
dalam mencari landasan teori yang menjadipedoman bagi pendekatan masalah dan
pemikiran.
d.
Membantu
untuk menghindari pengutipan yang tidak tepat.
e.
Membantu
dalam membuat uraian teoritik dan empirik.
f.
Memperdalam
pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti.
g.
Mendapatkan
peneliti dalam menelaah hasil penelitian sebelumnya.
h.
Mendapatkan
informasi tentang aspek dari suatu masalah yang telah diteliti.
Adapun manfaat kepustakaan dalam
penelitian, yaitu: membantu peneliti mengidentifikasi masalah, menyusun
pertanyaan riset bahkan model penelitian, mengembangkan suatu pendekatan
masalah, menyusun hipotesis dan membantu peneliti menginterpretasikan hasil
penelitian.
Peranan kepustakaan yang berkaitan dalam
penelitian[7],
yaitu:
1. Sebagai penetahuan tentang
penelitian-penelitian yang berkaitan memungkinkan peneliti menetapkan batas-batas
bidang mereka.
2. Sebagai pemahaman teori dalam suatu bidang
memungkinkan peneliti menempatkan masalah dalam perspektif.
3. Melalui penelaahan kepustakaan yang berkaitan,
para peneliti dapat mengetahui prosedur dan instrumen mana yang telah terbukti berguna
dan mana yang tampaknya kurang memberikan harapan.
4. Sebagai pengkajian yang cermat atas
kepustakaan yang berkaitan dapat menghindarkan terjadinya study sebelumnya
secara tak sengaja.
5. Pengkajian kepustakaan yang berkaitan
menempatkan peneliti pada posisi yang lebih baik untuk menafsirkan arti
pentingnya hasil penelitiannya sendiri.
C.
Sumber referensi dalam penelitian
Sumber referensi penelitian bisa
menggunakan buku/karya-karya yang telah tersedia, bisa melalui ebook, jurnal
yang berkaitan dengan diteliti, dan lain sebagainya. Sumber utama kepustakaan
yang berkaitan[8]adalah:
a.
Sistem
penyimpanan dan pencarian kembali informasi, basis data yang disimpan secara
komputerisasi
b.
Indeks
penerbitan berkala
c.
Penerbitan
berkala
d.
Buku
e.
Disertasi,
tesis atau skripsi.
D.
Merangkai kepustakaan yang berkaitan
Merangkai bahan
pustaka dilakukan stelah selesai melakukan pengkajian bahan pustaka. Caranya
adalah: merangkai hasil-hasil yang dikaji berdasarkan topik dan menetapkan
hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan atau telah dilakukan oleh
peneliti. Berikut
ini saran-saran yang digunakan dalam merangkai kepustakaan[9]:
a.
mulailah dengan studi-studi di bidang anda yang paling akhir dimuat
dalam terbitan-terbitan terbatu dan kemudian bekerjalah mundur ke
terbitan-terbitan sebelumnya.
b.
bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk
menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak.
c.
buatlah catatan langsung pada kartu catatan, karena kartu lebih
mudah diseleksi dan disusun daripada lembaran kertas,amplop, dan sebagainya.
d.
tulislah referensi bibliografi/daftar pustaka secara lengkap untuk
setiap karya.
e.
untuk memudahkan pemilihan dan penyusuna,jangan memasukan lebih
dari satu referensi pada setiap kartu.
Selaras dengan
yang diatas, Toto Syatori
Nasehuddin[10]
mengemukakan ada 4 saran dalam merangkai bahan pustaka:
a.
mulai
dengan studi-studi di bidang yang diminati peneliti yang paling akhir dimuat dalam
terbitan-terbitan terbatu dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan
sebelumnya.
b.
bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk
menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak.
c.
Sebelum
membuat catatan, terlebih dahulu bacalah laporan guna mengetahui bagian-bagian
yang ada kaitan dengan masalah yang diteliti.
d.
Tulislah
secara lengkap referensi bibliografi untuk setiap karya tulis.
E.
Memilih teori-teori yang relevan dalam penelitian
Peneliti harus secara selektif dalam
memilih teori-teori yang berkaitan terhadap penelitian. Teori yang dikutip
harus dijadikan sebagai pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan. Oleh
sebab itu, peneliti mesti mengikuti saran-saran yang ada dalam merangkai
kepustakaan yang berkaitan.
Terdapat langkah-langkah[11]
dalam melakukan pendeskripsian teori, yaitu:
a.
Tetapkan
nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya.
b.
Cari
sumber-sumber bacan sebanyak-banyaknya yang relevan dari setiap variabel yang
diteliti.
c.
Lihatlah
daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel
yang akan diteliti.
d.
Cari
definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacan kemudian
bandingkan dengan sumber lain dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian
yang akan dilakukan.
e.
Baca
seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan ditelit dan
buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber yang telah
dibaca.
f.
Deskripsi
teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kemudian ditulis dengan gaya
bahasa sendiri.
F.
Kerangka berpikir
Kerangka
berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel
yang akan diteliti. Kerangka berfikir[12]merupakan
konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan di antara berbagai faktor
yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian. Dalam kerangka
pemikiran, peniliti harus menguraikan konsep atau variabel penelitiannya secara
lebih perinci. Tidak hanya mendefinisikan variabel tadi, tetapi juga
menjelaskan keterkaitan di antara variabel tadi. Dalam menguaraikan kerangka
pemikirannya, peneliti tidak hanya memfokuskan pada varabel penelitiannya saja
tetapi harus menghubungkan konsep penelitian dalam kerangka yang lebih luas
lagi.
Kerangka
pemikiran yang baik[13]
yaitu apabila mengidentifikasi variabel-variabel penting yang sesuai dengan apa
yang akan diteliti dan secara logis mampu menjelaskna keterkaitan antar
variabel bebas dan variabel terikat. Selaras dengan apa yang diungkapkan
Juliansyah[14]
dalam kerangka bpikir yang perlu diperhatian adalah hubungan anatar variabel
yang diteliti. Dapat dijelaskan sebagai berikut.
1.
Mengemukakan
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hubungan ini harus
diperoleh pengakuan secara ilmiah dari sumber referensi.
2.
Harus
ada penjelasan mengenai alasan kita memperkirakan hubungan antar variabel.
3.
Bila
sifat ada arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian
sebelumnya, maka harus ada indikasi mengenai hubungan akan positif atau
negatif.
Senada dengan Riduwan[15]dalam
Uma Sekaran, kerangka berpikir yang baik teusun atas 5 elemen, yaitu:
1.
Variabel-variabel penelitian seharusnya diidentifikasi secara jelas
dan diberi nama.
2.
Uraian
kerangka berpikir seharusnya menyatakan bagaimana dua variabel atau lebih
saling berhubungan.
3.
Jika
karakteristik atau sifat-sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan
penemuan dari peneliti sebelumnya maka dalam uraian kerangka berpikir harus
menjadi dasar apakah ada hubungan positif atau negatif.
4.
Seharusnnya
dinyatakan secara jelas mengapa peneliti berharap bahwa hubungan antara
variabel itu ada.
5.
Kerangka
pemikiran seharusnnya digambarkan secara sistematis dalam bentuk diagram
skemetis.
Dalam
penyusunan kerangka berpikir dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah[16]berikut:
1.
Menentukan
paradigma atau kerangka teoretis yang akan digunakan, kerangka konseptual dan
kerangka operasional variabel yang akan diteliti.
2.
Memberikan
penjelasan secara deduktif mengenai hubungan antar variabel penelitian. Tahapan
berpikir deduktif meliputi tiga hal yaitu:
a.
Tahap
penelaahan konsep (conceptioning), yaitu tahapan menyusun konsepsi-konsepsi
(mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah
dinyatakan benar).
b.
Tahap
pertimbangan atau putusan (judgement), yaitu tahapan penyusunan
ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau
variabel dependen).
c.
Tahapan
penyimpulan (reasoning), yaitu pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku
pada teori, berlaku pula bagi hal-hal yang khusus.
3.
Memberikan
argumen teoritis mengenai hubungan antar variabel yang diteliti. Argumen teoritis
dalam kerangka pemikiran merupakan sebuah upaya untuk memperoleh jawaban atas
rumusan masalah. Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis memerlukan kajian
teoretis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal ini dilakukan sebagai
petunjuk atau arah bagi pelaksanaan penelitian. Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah, oleh karena argumen teoritis sebagai upaya untuk
memperoleh jawaban atas rumusan masalah, maka hasil dari argumen teoritis ini
adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Sehingga pada
akhirnya produk dari kerangka pemikiran adalah sebuah jawaban sementara atas
rumusan masalah (hipotesis).
4.
Merumuskan
model penelitian. Model adalah konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi
kerangka teoretis yang diragakan dalam bentuk diagram dan atau
persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya menyatakan hipotesis
penelitian. Sebagai suatu kontruksi kerangka pemikiran, suatu model akan
menampilkan: jumlah variabel yang diteliti, prediksi tentang pola hubungan
antar variabel, dekomposisi hubungan antar variabel, dan jumlah parameter yang
diestimasi.
Cara menulis/cara
menyusun kerangka berpikir[17]
pada proposal penelitian tindakan kelas (PTK). Cara penulisannya yaitu:
a.
Dalam bentuk rumusan
kalimat
1)
Rumuskan kondisi saat ini (sebelum PTK
dilaksanakan), secara singkat.
2)
Rumuskan tindakan yang akan dilakukan, secara
singkat.
3)
Rumuskan hasil akhir yang anda harapkan, juga
secara singkat.
4)
Susun ketiga komponen di atas dalam sebuah
paragraf yang padu.
Berdasarkan pengamatan di kelas, pembelajaran
matematika terasa monoton, menggunakan metode pembelajaran konvesional,
sedangkan prestasi belajar matematika juga rendah. Model pembelajaran
kooperatif tipe STAD diharapkan dapat memecahkan masalah ini. Caranya adalah
dengan melatih guru matematika kemudian mengaplikasikannya secara
kolaboratif dengan peneliti. Hasilnya, diharapkan proses pembelajaran di kelas
tidak lagi monoton dan menggunakan metode pembelajaran konvensional, serta
prestasi belajar matematika siswa juga akan meningkat.
b.
Dalam bentuk diagram:
1)
Rumuskan kondisi saat ini (sebelum PTK
dilaksanakan), dalam bentuk poin-poin penting dengan singkat.
2)
Rumuskan poin-poin penting tindakan yang akan
dilakukan, secara singkat.
3)
Rumuskan poin-poin hasil akhir yang anda
harapkan, juga secara singkat.
4)
Rancang sebuah diagram yang memuat poin-poin
tersebut dengan alur yang rasional dan jelas.
Diagram2.1
Kerangka Berpikir
G.
Penelitian yang
relevan
Penelitian yang
relevanadalah sumber
acuan khusus berupa penelitian yang terdapat dalam jurnal, buletin, skripsi,
dan semacamnya.Dalam sumber acuan khusus, peneliti akan memperoleh hasil-hasil penelitian
yang terdahulu. Agar tidak terjadi penelitian yang sama persis dan tidak
terjadi duplikasi dengan penelitian yang ada maka perlu cari tahu penelitian
itu pernah dilakukan oleh peneliti atau belum. Apabila masalah penelitian yang
dilakukan persis sama maka perlu dilihat kapan dimana penelitian dilakukan. Peran
penelitian sebelumnya betujuan untuk menentuka originalitas penelitian
tersebut. Biasanya penelitian sebelumnya merupakan patokan untuk menentukan
tema sentral penelitian, berkaitan dengan kondisi saat ini, dan prediksi pada
masa yang akan datang.
Dalam
mengemukakan penelitian hal penting yang perlu ditulis yaitu dât-dât dari
sumber atau laporan hasil penelitian seperti dalam foot note, àn note atau
daftar pustaka. Menurut Toto
Syatori Nasehuddien[18]laporan hasil
penelitian paling tidak memuat hal-hal berikut: nama peneliti, judul
penelitian, waktu melakukan penelitian, hasil penelitian, dan untuk kapentingan
apa penelitian dilakukan.
Penelitian yang
Relevan biasanya digunakan untuk mencari persamaan dan perbedaan ataran penelitian
orang lain dengan penelitian yang sedang kita buat atau membandingkan
penelitian yang satunya dengan yang lainnya. Contoh judul propsal skripsi “
pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belajar matematika siswa”.
Dari judul
tersebut kita dapat menemukan variabel x dan y. Variabel x nya yaitu strategi
pembelajaran inkuiri dan variabel y nya yaitu prestasi belajar siswa. kita
dapat maenentukan tinjauan hasil penelitian yang relevan dan sesuai dengan
variavel x dan y.
Dibawah ini
cara mengetahui apakah terdapat relevansi/tidak terdapat pada setiap judul:
1.
Pengaruh strategi pembelajaran mind
mapping terhadap prestasi belajar matematika siswa.
2.
Pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap motivasi belajar
matematika siswa.
3.
Pengaruh latar belakang sosial orang tua terhadap prestasi belajar
matematika siswa.
4.
Pengaruh kedisiplinan guru terhadap strategi pembelajaran inkuiri
Tabel 2.2
Penelitian yang relevan
|
No
|
Variabel x
|
Variabel y
|
|
1.
|
strategi pembelajaran mind
mapping
|
prestasi
belajar
|
|
2.
|
strategi pembelajaran inkuiri
|
motivasi
belajar
|
|
3.
|
latar belakang sosial orang tua
|
prestasi
belajar
|
|
4.
|
kedisiplinan guru
|
strategi
pembelajaran inkuiri
|
Dari judul propsal skripsi “
pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terhadap prestasi belajar matematika
siswa”.
![]() |
![]() |
||||
Jika ada variavel x dan y yang sama maka dapat dijadikan sebagai
penelitian yang relevan.Dari
tabel 1.2 dapat disimpulkan:
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
Dari keempat judul penelitian
ternyata ada tiga judul yang relevan yaitu dari judul yang pertama samapiyang
ke tiga. Judul penelitian yang ke empat tidak relevan karena tidak memiliki
kesamaan variabel x ataupun variabel y.
H.
Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian[19]merupakan
jawaban sementara dari masalah yang telah dirumuskan. Dikatakan sementara
karena baru merupakan jawaban yang berdasarkan pada teori-teori dengan kata
lain masih perlu dilakukan pengujian secara empirik. Hipotesis penelitian[20]dirumuskan
dengan mengacu pada kajian pustaka, penelitian terdahulu dan kerangka pemikirtan
penelitian. Namun demikian, tidak semua penelitian memerlukan rumusan hipotesis
penelitian. Penelitian yang bersifat eksploratoris (penjelasan) dan deskriptif
(gambaran) tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, subbab hipotesis
penelitian tidak harus ada dalam skripsi.
Secara procedural hipotesis
penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian teoritis, karena
hipotesis penelitian merupakan rangkuman dari kesimpulan teoritis dari kajian
pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang
secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.Hipotesis
penelitian dibagi menjadi 2: Hipotesis awal (H0) dan hipotesis
alternatif (Ha). Senada dengan Suharsimi Arikunto[21] ,
jenis hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :
1.
Hipotesa
Kerja atau disebut juga dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja
menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya
perbedaan antara dua kelompok
Rumus hipotesis kerja:
a. Jika .......maka.....
Contoh:Jika orang banyak makan maka brat badanya akan
naik.
b. Adanya perbedaan antara....dan...
Contoh:Ada perbedaan antara mahasiswa yang giat belajar
dan mahasiswa yang malas.
c. Adanya pengaruh ......terhadap....
Contoh: Adanya pengaruh strategi pembelajaran inkuiri
terhadap prestasi belejar siswa.
2.
Hipotesa
Nol (Null hypotheses) Ho. Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa
statistik,karena biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik,
yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat
penulis kemukakan bahwa dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis
kerja dan hipotesis nihil (nol).
Rumus hipotesis nol:
a.
Tidak ada perbedaan antara.....dengan....
Contoh : Tidak ada perbedaan antara mahasiswa semester v
dengan mahasisswa semester vii dalam disiplin kuliyah.
b.
Tidak ada pengaruh............terhadap..............
Contoh : Tidak ada pengaruh jarak dari rumah ke kampus terhadap kerajinan
mengikuti kuliyah.
Menurut Riduwan[22]hipotesis
penelitian dibagi atas 3 macam:
1.
Hipotesis
deskriptif yaitu hipotesis yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan
variabel atau hipotesis ini dirumuskan untuk menjawab permasalahan taksiran
(enstimatif).
Contoh:
Pengembangan
kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Dasar melalui kegiatan
diskusi.
2.
Hipotesis
asosiatif yaitu hipotesis yang memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat
hubungan atau mempengaruhi.
Contoh:
Adanya
hubungan antara disiplin kinerja guru dengan prestasi belajar matematika siswa.
Adanya
pengaruh antara strategi pembelajaran inkuiri tehadap prestasi belajar
matematika siswa.
3.
Hipotesis
komparatif hipotesis yang memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat
membedakan.
Contoh:
Adanya
perbedaan anatara mahasiswa yang mempunyai cita-cita (program) dengan mahasiswa
yang sekedar kuliyah dalam rangka mendisipinkan diri, bahwa mahasiswa yang
mempunyai cita-cita lebih baik dari pada mahasiswa yang sekedar kuliyah.
Menurut Juliansyah[23]
hipotesis penelitian harus diterjemahkan terlebih dahulu diterjemahkan menjadi
term statistic yakni:
1.
Hipotesis
nol (Ho) yakni menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada pengaruh
atau perbedaan.
Contoh:
Ho :
0 (tidak
terdapat hubungan/ pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja.
2.
Hipotesis
alternatif (Ha/H1) yakni menyatakan adanya hubungan, atau
adanya pengaruh dan perbedaan. Hipotesis alternatif jug
3.
a
merupakan kebalikan dari hipotesis nol.
Contoh:
H1
:
0
(terdapat hubungan/pengaruh negatif motivasi kerja terhadap kinerja.
H1
:
0
(terdapat hubungan/pengaruh positif
motivasi kerja terhadap kinerja.
Contoh:
Penelitian tentang “pengaruh motivasi kerja
terhadap kinerja”.
|
Hipotesis
statistic
|
Term
statistic
|
|
Ho:
tidak terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
H1:
terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
|
H0
:
H1
:
|
Rumusan hipotesis yang baik[24]
hendaknya: menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, ditungkan dalam
bentuk kalimat pernyataan, dirumuskan secara singkat, padat dan jelas, serta
dapat diuji secara empirik.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
hipotesis penelitian dibagi atas 2 macam: hipotesa kerja atau disebut juga dengan hipotesa alternatif (Ha) dan hipotesa
nol (null hypotheses) Ho atau disebut juga hipotesis statistic.Hipotesis kerja yaitu menyatakan
adanya hubungan antara variabel x dan y dan menyatakan tidak ada hubungan atau tidak ada pengaruh atau
perbedaansedangkan
hipotesis nol yaitu hipotesis yang dipakai
dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan
statistic dan yang
menyatakan adanya suatu hubungan/pengaruh antara variabel x dan y.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Teori yaitu sesuatu yang
menggambarkan variabel bebas dan variabel terikat yang menjadi landasan teori
dalam penelitian. Landasan teori adalah teori-teori relevan yang digunakan
untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti sebagai jawaban sebentara
terhadap rumusan masalah.
Kepustakaan adalah bahan-bahan yang
menjadi acuan atau bacaaan dalam menghasilkan atau menyusun tulisan baik berupa
artikel, karangan, buku, laporan, dan sejenisnya.Bahan-bahan
kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian,
disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan
seminar, diskusi ilmiah.
Sumber referensi penelitian bisa
menggunakan buku/karya-karya yang telah tersedia, bisa melalui ebook, jurnal
yang berkaitan dengan diteliti, dan lain sebagainya. Merangkai
bahan pustaka dilakukan stelah selesai melakukan pengkajian bahan pustaka.
Caranya adalah: merangkai hasil-hasil yang dikaji berdasarkan topik dan
menetapkan hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan atau telah dilakukan
oleh peneliti.
Peneliti harus secara selektif dalam
memilih teori-teori yang berkaitan terhadap penelitian. Teori yang dikutip
harus dijadikan sebagai pendukung terhadap penelitian yang akan dilakukan.
Kerangka berpikir yang baik akan
menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti.
Kerangka berfikirmerupakan konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan
di antara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah
penelitian.Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis
pertautan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikirmerupakan
konseptual mengenai bagaimana satu teori berhubungan di antara berbagai faktor
yang telah diidentifikasikan penting terhadap masalah penelitian.
Hipotesis penelitianmerupakan
jawaban sementara dari masalah yang telah dirumuskan. Dikatakan sementara
karena baru merupakan jawaban yang berdasarkan pada teori-teori dengan kata
lain masih perlu dilakukan pengujian secara empirik. hipotesis penelitian dibagi atas 2 macam: hipotesa kerja atau disebut juga dengan hipotesa alternatif (Ha) dan hipotesa
nol (null hypotheses) Ho atau disebut juga hipotesis statistic. Hipotesis kerja yaitu menyatakan
adanya hubungan antara variabel x dan y dan menyatakan tidak ada hubungan atau
tidak ada pengaruh atau perbedaan sedangkan hipotesis nol yaitu hipotesis yang
dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan
perhitungan statistic dan yang menyatakan adanya suatu hubungan/pengaruh antara
variabel x dan y.
B.
SARAN
Dalam pembuatan makalah ini terdapat beberapa saran,
yaitu:
1. Bagi para pembaca diharapkan untuk memberi
kritik saran baik dalam penulisan ataupun isi dari makalah.
2. Bagi peneliti pemula diharapkan untuk lebih
memahami isi bab ii dalam pembuatan proposal penelitian.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto,Suharsimi.2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta
Furchan , Arief.1991.Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional
Hartono.2006.Bagaimana Menulis Tesis; Petunjuk Komprehensif
Tentang Isi dan Proses.Malang: UMMPress, hal.43
http://anggiseptiyana.wordpress.com/2010/05/06/kepustakaan/ diunduh pada tanggal 14 Oktober 2013 jam.18.00 WIB
http://jasaproposal.wordpress.com/2013/07/07/bagaimanakah-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian/ diunduh tanggal 13 Oktober 2013 jam 06.08 WIB
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/05/cara-menyusun-kerangka-berpikir-ptk.html tanggal 30 September 2013 jam 20.37 WIB
http://www.referensimakalah.com/2012/08/pengertian-dan-tujuan-kajian-pustaka.html diunduh tanggal 30 September 2013 jam 20.27 WIB
Noor, Juliansyah 2013.
Metodologi Penelitian..Jakarta: Kencana
Sugiyono.2013.Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sudjono.2008.Pedoman Penulisan Tesis.Yogyakarta: Program
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Syatori Nasehuddien,Toto.2011.Metodologi
Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press
Riduwan. 2009. Belajar Mudah
Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta
Malang: UMMPress, hal.43
[3]Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru,
Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, hal 30
[4]http://www.referensimakalah.com/2012/08/pengertian-dan-tujuan-kajian-pustaka.html
diunduh tanggal 30 September 2013 jam 20.27 WIB
[5] Toto Syatori
Nasehuddien.2011.Metodologi
Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press, hal 69
[6] Ibid, hal 70
[7]Arief
Furchan.1991.Pengantar Penelitian Dalam
Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, hal 96
[8]Ibid, hal 98
[9]http://anggiseptiyana.wordpress.com/2010/05/06/kepustakaan/ diunduh pada tanggal
14 Oktober 2013 jam.18.00 WIB
[10] Toto Syatori
Nasehuddin. Op Cit, hal 72
[11] Sugiyono.2013.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Alfabeta, hal 90
[12] Juliansyah Noor.2013. Metodologi Penelitian..Jakarta:
Kencana,hal 76
[13] Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru,
Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta, hal 34
[14] Juliansyah Noor. Op Cit,hal 76
[15] Riduwan.Op Cit,hal 34
[16]http://jasaproposal.wordpress.com/2013/07/07/bagaimanakah-menyusun-kerangka-berpikir-penelitian/ diunduh tanggal 13 Oktober 2013 jam
06.08 WIB
[17]http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/05/cara-menyusun-kerangka-berpikir-ptk.html
tanggal 30 September 2013 jam 20.37 WIB
[18] Toto Syatori
Nasehuddien.2011.Metodologi
Penelitian:Sebuah Pengantar. Cirebon: Nurjati Press, hal 74
[19] Ibid, hal 83
[21]Suharsimi Arikunto.2006.Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, hal 73
[22] Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula.
Bandung: Alfabeta, hal 38
[23] Juliansyah Noor.2013. Metodologi Penelitian..Jakarta:
Kencana, hal 84
[24] Ibid, hal 253











No comments:
Post a Comment